PAN Ogah Gabung Koalisi Poros Partai Islam, PKB Tertarik

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 20:58 WIB
PAN menyatakan tak akan bergabung dalam rencana koalisi poros partai Islam pada Pemilu 2024, sementara PKB tertarik asal memeliki gagasan yang jelas. Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan partainya enggan bergabung dalam koalisi poros partai Islam pada Pemilu 2024 mendatang. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Koalisi parpol Islam atau poros partai Islam untuk Pilpres 2024 yang digadang-gadang usai pertemuan politik PKS dan PPP pada Rabu (14/4) lalu mengundang respons dari sejumlah partai, terutama yang selama ini identik dengan agama mayoritas di Indonesia tersebut.

Pun demikian dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi dengan tegas menyatakan pihaknya tak akan bergabung dalam rencana koalisi poros partai Islam yang hendak digagas PKS dan PPP tersebut.


"PAN tidak akan ikut wacana poros Islam," kata Viva Yoga dalam keterangan resminya, Kamis (15/4).

Viva menyebut semua pihak harus hati-hati menggunakan politik identitas berbasis agama sebagai merek untuk 'dijual' ke publik. Menurutnya, simbol agama tak perlu dibawa-bawa dalam politik Indonesia.

"Karena dapat menyebabkan keretakan kohesivitas sosial dan dapat mengganggu integrasi nasional," ujarnya.

Viva menilai wacana koalisi partai berbasis agama akan memunculkan antitesis poros lain yang berbasis nonagama. Menurutnya, kondisi politik semacam ini tentu ahistoris dan tidak produktif bagi kemajuan bangsa Indonesia.

"Sebaiknya wacananya diarahkan ke adu ide dan gagasan untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan sumber daya manusia unggul, memperbaiki kesehatan dan perekonomian nasional," katanya.

"Bukan politik prosedural atau rutinitas, tetapi berpolitik yang substantif dan produktif," ujar Viva menambahkan.

PKB Tertarik

Terpisah, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid membuka kemungkinan pihaknya mendukung wacana tersebut. Jazilul mengatakan rencana tersebut harus digagas serius dan punya arah yang jelas untuk masyarakat luas.

"Terbuka kemungkinan untuk mendukung dan bergabung bila wacana ini digagas dengan serius dan memiliki arah dan format yang jelas bagi perubahan masa depan Indonesia," kata Jazilul.

Selain itu, Jazilul menilai wacana tersebut bisa membangun poros kekuatan demokrasi baru di Indonesia. Salah satunya dengan menawarkan ide dan pelbagai program keummatan yang lebih baru.

"Tentunya tidak berhenti pada wacana yang mengawang-awang," ujarnya.

Ide poros koalisi partai Islam pada Pemilu 2024 mencuat setelah kedua elite PKS dan PPP bertemu kemarin (14/4).

Sekretaris Jenderal DPP PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi menyatakan kemungkinan penjajakan untuk membentuk koalisi parpol-parpol Islam di Pilpres 2024 masih terbuka.

(rzr/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK