Satgas Covid-19 Minta Pemda Tegas Larang Warga Mudik

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 05:19 WIB
Satgas Covid-19 mengimbau siapapun yang akan melakukan perjalanan antarkota untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus corona. Juru Bicara Satgas Covid-19 meminta pemda tegas melarang warga mudik lebaran di tengah pandemi Covid-19. (Biro Setpres/Rusman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta ketegasan pemerintah daerah soal mudik jelang Idulfitri. Pernyataan itu merespons Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menyarankan warga mudik sebelum 6 Mei 2021.

Wiku meminta komitmen pemerintah daerah mengawasi perjalanan antarkota. Ia mengingatkan pemerintah pusat telah mengatur protokol kesehatan tentang
perjalanan antarkota lewat Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021.

"Saya minta kepada seluruh Pemda untuk menegakkan SE Satgas ini dengan tegas di lapangan agar tidak terjadi penularan karena peningkatan mobilitas penduduk yang akan menimbulkan kerumunan," kata Wiku dalam jumpa pers daring, Kamis (15/4).


Wiku menjelaskan aturan itu berlaku sebelum dan setelah pelarangan mudik. Surat edaran itu mengatur protokol kesehatan perjalanan dalam negeri selama pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Wiku pun mengimbau siapapun yang akan melakukan perjalanan antarkota untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Ia berharap semua pihak menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian saat berpergian di kala pandemi.

"Karena virus ini mengancam kita di mana saja dan kapan saja," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah memberlakukan pelarangan mudik jelang Idulfitri tahun ini. Pelarangan akan diterapkan pada 6-17 Mei 2021.

Kebijakan itu diterapkan dengan alasan mencegah penularan Covid-19. Pemerintah menyebut kasus Covid-19 selalu melonjak usai libur panjang dan masa mudik.

Merespons hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyarankan warga mudik sebelum 6 Mei. Dia menilai langkah itu mengurangi risiko penularan selama dalam perjalanan.

"Sekarang saja. Kalau sekarang kan bisa teng pretil, tidak semua, tidak rombongan, tidak bareng-bareng. Kalau hari ini pengen nyadran (ziarah ke makam), katakan nyadran, harus bertemu keluarga, ya harus bertemu keluarga," ucap Ganjar, Selasa (13/4).

(dhf/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK