UPDATE CORONA 15 APRIL

Rangkuman Covid: Mutasi B1525 dan Daerah Kasus Harian Tinggi

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 17:18 WIB
Sejumlah peristiwa dan informasi menonjol perihal perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir yang dirangkum CNNIndonesia.com. Petugas ber-APD di tempat isolasi pasien OTG Covid-19 di Graha Wisata Ragunan, Jakarta, 8 Januari 2021. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Laporan kasus Covid-19 harian masih tergolong tinggi memasuki bulan ke-14 pandemi itu berlangsung di Indonesia. Hari ini, Kamis (15/4), 6.177 kasus terpapar virus corona ditemukan sepanjang 24 jam ke belakang.

Penambahan tersebut menjadikan akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 1.589.359 orang. Dimana 43.073 kasus dinyatakan meninggal, 1.438.254 kasus sembuh, dan 108.032 kasus masih aktif.

Berikut peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir yang dirangkum CNNIndonesia.com.


Mutasi Corona B1525 di Indonesia

Kementerian Kesehatan melaporkan mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1525 pertama di Indonesia. Kasus ditemukan di Batam, Kepulauan Riau, dan sudah terkonfirmasi sejak Februari 2021.

Kasus tersebut didapati pada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Indonesia dari Malaysia. Diketahui, varian corona tersebut pertama kali ditemukan di Inggris.

Dengan ditemukannya kasus tersebut, artinya sudah ada lima varian mutasi corona yang teridentifikasi di Indonesia. Di antaranya adalah varian D614G, B117, N439K, E484K, dan B1525.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi meyakini varian B1525 tidak mempengaruhi efikasi atau kemanjuran vaksin Covid-19 di Indonesia.

"Untuk sampai saat ini, WHO mengatakan vaksin masih efektif," tuturnya kepada CNNIndonesia.com.

Suara Kemenkes Soal Vaksinasi Vaksin Nusantara

Kementerian Kesehatan meminta tim peneliti Vaksin Nusantara mengikuti rekomendasi dan prasyarat yang ditentukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dalam menjalankan tahapan penelitian.

Vaksin Nusantara juga diminta mengikuti kaidah penelitian sesuai dengan anjuran pengembangan vaksin Virus Corona yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyatakan pemerintah bersedia mendukung pengembangan vaksin karya anak bangsa, asalkan jenis vaksin sesuai kaidah penelitian dan bermanfaat.

"Pemerintah akan memastikan keamanan dari setiap vaksin covid-19 yang akan digunakan untuk program vaksinasi," katanya.

Sementara BPOM masih berpegang pada keputusan tidak memberikan izin edar untuk Vaksin Nusantara karena proses uji klinis tahap I yang dinilai bermasalah.

Meskipun kendala izin itu mengakibatkan penelitian mandek, belakangan sejumlah politisi dan anggota DPR justru menjalani proses vaksinasi covid-19 dari Vaksin Nusantara.

Mereka di antaranya adalah Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo hingga mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

Vaksinasi Lansia Hingga Kasus Harian Terbanyak

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK