Polisi soal Serangan KKB: Mereka Kelaparan

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 20:59 WIB
Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Pol Iqbal Alqudusy menuding KKB sudah kehabisan logistik sehingga meneror warga. Anggota OPM yang menyerahkan diri. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi mengatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua melakukan penyerangan dan penembakan di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak dalam beberapa waktu terakhir karena sudah mulai kehabisan logistik.

Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Pol Iqbal Alqudusy menerangkan bahwa hal tersebut menjadi salah satu alasan KKB turut menembak mati seorang siswa SMA bernama Ali Mom (16) pada Kamis (15/4).

"Mereka kelaparan dan logistik KKB tergantung dari pemerasan warga," kata Iqbal kepada wartawan, Jumat (16/4).


Polisi menduga, Ali Mom ditembak oleh KKB pimpinan Lekagak Telenggen, tepatnya Lerrymayu Telenggen. Penembakan itu pun langsung dikonfirmasikan kepada pimpinan KKB melalui pesan singkat pada malam harinya sekitar pukul 23.30 WIT.

Penembakan terjadi saat Ali Mom diminta Lerrymayu membawa rokok dan pinang ke wilayah Kampung Uloni, Distrik Ilaga. Sejauh ini, kata Iqbal, tak diketahui pasti alasan Lerrymayu menembak mati siswa SMA tersebut.

"Dari hasil penyidikan, didapati bahwa tersangka Lerry Mayu intens menghubungi korban untuk membeli dan mengantarkan pinang dan rokok," jelasnya.

Korban pun dievakuasi sehari setelah penembakan itu terjadi pasca warga sekitar mengetahuinya.

"Setelah mendapatkan pemeriksaan secara medis aparat TNI-Polri menyerahkan jenazah korban kepada keluarga korban di rumah duka," tambah Iqbal.

Hingga saat ini, kata dia, Satgas Nemangkawi sedang berada di Distrik Ilaga untuk melakukan pengejaran terhadap KKB secara intens. Pasalnya, kata Iqbal, korban yang ditembak saat ini merupakan anak dibawah umur.

Dia pun memastikan bahwa situasi di wilayah Beoga sudah kondusif pascasejumlah aksi penembakan yang terjadi.

Dikonfirmasi terpisah, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui bahwa pasukannya menembak mati siswa SMA bernama Ali Mom (16) di wilayah Kampung Uloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua pada Kamis (15/4) kemarin. KKB adalah sebutan aparat Indonesia terhadap milisi TPNPB-OPM.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom membantah pihaknya kehabisan logistik. Dia justru mengklaim milisi mengembak Ali karena diduga mata-mata TNI-Polri. Ia mengatakan Ali telah mereka ketahui selama ini menghasut masyarakat sekitar untuk tidak mendukung perjuangan Papua merdeka.

"Dia selalu kerja sama TNI kemudian provokasi masyarakat atau hasut masyarakat untuk tidak boleh mendukung perjuangan Papua merdeka. Oleh karena itu, TPNPB tembak mati dia," kata Sebby saat dihubungi CNNIndonesia.com dari Jakarta, Jumat (16/4) malam.

Sebby mengatakan bahwa pasukan yang menembak mati itu pun mengetahui identitas Ali yang merupakan masyarakat sipil dan sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Ilaga.

"Ali Mom itu benar-benar anak sekolah SMA 1 Ilaga. Namun identitas sehari-hari anggota provokator atau intelijen," jelasnya lagi.

"Orang asli Papua tapi mata-mata, akan menjadi target TPNPB," tandas dia.

Wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak dalam beberapa hari terakhir diketahui tengah dalam situasi mencekam. KKB sempat menembak dua orang guru dan kemudian membakar tiga sekolah di Ilaga.

Terakhir, mereka menembak mati seorang tukang ojek dan membakar helikopter serta rumah anggota DPRD Kabupaten Puncak.

(mjo/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK