Polisi Klaim Ada Saksi KKB Perkosa Gadis Papua, OPM Bantah

CNN Indonesia | Sabtu, 17/04/2021 14:38 WIB
Polisi mengklaim telah mengantongi kesaksian kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diduga memerkosa gadis-gadis di Papua. OPM menyebut itu bahasa TNI-Polri. Foto ilustrasi. (ANTARA FOTO/OLHA MULALINDA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) diduga melakukan pemerkosaan terhadap gadis-gadis di bawah umur. Terkait kasus ini, polisi mengklaim telah mendapat kesaksian dari pendeta di wilayah Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Pengakuan itu kemudian dituangkan melalui keterangan tertulis Satgas Nemangkawi Polri yang disebarkan kepada awak media pada Sabtu (17/4).

"Mereka kasih hancur bukan hanya gedung sekolah saja, tapi kita punya anak anak perempuan mereka kasih hancur, kami su di rumah, rumah pun mereka kasih hancur," kata pendeta Jupinus Wama dalam keterangan tertulis Satgas Nemangkawi.


Kesaksian itu, didapatkan oleh aparat TNI-Polri saat sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembakaran gedung sekolah di wilayah Beoga pasca penembakan oleh KKB beberapa hari lalu.

Masih merujuk rilis Satgas Nemangkawi, Jupinus mengatakan bahwa sejumlah warga tengah dirundung kekhawatiran akan keberadaan KKB.

"Sekarang su aman, bapak-bapak su datang, kita panggil kembali keluarga yang sudah hilang di hutan dan guru guru," ujarnya.

Sementara, Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Pol Iqbal Alqudusy menerangkan bahwa pihaknya masih akan mendalami pengakuan dari pendeta tersebut saat olah TKP berlangsung.

"Pengakuan Bapak Jupinus tentunya kami dalami, dan sangat berhati-hati dengan hal ini karena menyangkut masa depan anak," kata Iqbal saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Dia mengatakan bahwa saat ini kepolisian masih melakukan pengembangan penyelidikan di wilayah Ilaga. Termasuk, kata dia, melakukan pengejaran terhadap para tersangka pelaku aksi teror dalam beberapa waktu terakhir.

Iqbal menandaskan, kepolisian sangat mengutuk dan prihatin akan perlakuan KKB di bumi Cenderawasih.

"TKP-nya juga berbeda karena di hutan. Kami sangat prihatin dan mengutuk perilaku biadab yang dilakukan KKB," tandasnya.

OPM Tak Mundur

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom enggan banyak berkomentar mengenai tudingan pemerkosaan yang dilakukan oleh pasukannya.

"Itu (aksi pemerkosaan) bahasa TNI-Polri, tidak ada pembuktiannya," ucap Sebby saat dihubungi.

Hanya saja, dia memastikan bahwa pasukan OPM tidak akan mundur dari wilayah Ilaga meski kini tengah dikejar oleh aparat. Dia memastikan bahwa pasukan di lapangan sedang tidak dalam keadaan terdesak dengan kehadiran TNI-Polri.

Menurutnya, selama ini aparat telah berbohong jika mengatakan wilayah tersebut sudah dikuasai.

"TNI Polri tidak akan mampu hancurkan TPNPB, TPNPB kuat. Buktinya 59 tahun telah bertahan dan lawan militer Indonesia," kata dia.

Wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak dalam beberapa hari terakhir diketahui tengah dalam situasi mencekam. KKB diduga sempat menembak dua orang guru dan kemudian membakar tiga sekolah di Ilaga.

(mjo/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK