Ahli Dukung Vaksin Nusantara Asal Ada Publikasi Ilmiah

CNN Indonesia | Minggu, 18/04/2021 00:24 WIB
Ahli mendukung penelitian vaksin nusantara dilanjutkan asalkan disertai dengan publikasi ilmiah secara nasional dan internasional. Ilustrasi. Ahli mendukung penelitian vaksin nusantara dilanjutkan asalkan disertai dengan publikasi ilmiah secara nasional dan internasional.(iStockphoto/FilippoBacci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ahli mendukung agar penelitian Vaksin Nusantara dilanjutkan, namun harus dilengkapi dengan publikasi ilmiah.

Menurut Ahli kesehatan dr Andreas Harry Lilisantoso, SpS (K) yang juga anggota "International Advance Research" Asosiasi Alzheimer Internasional (AAICAD), publikasi ilmiah vaksin nusantara baiknya diterbitkan baik nasional maupuninternasional.

"Perihal Vaksin Nusantara ini, lanjutkan saja terus penelitiannya, dan penuhi kriteria-kriteria riset yang lazim dalam dunia ilmiah, lalu dilengkapi publikasi dalam jurnal nasional maupun internasional," katanya di Jakarta, Sabtu (17/4).


Dengan adanya jurnal ilmiah, baik nasional dan juga internasional, kata dia, maka semua pihak terkait bisa dan terbuka melakukan kajian-kajian. Selain itu, kajian itu pun membuat vaksin nusantara bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Sehingga bisa menghindarkan penilaian bahwa itu jangan promosi atau bahkan sekadar komentar-komentar," kata ahli saraf lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) itu.

Menurut Andreas, bila yang dominan adalah komentar-komentar belaka tanpa bukti ilmiah, maka lebih banyak pada kondisi kontraproduktif. Apalagi jika komentar-komentar itu datang dari kalangan yang tidak dalam kapasitas mengkaji sesuai keilmuan kesehatan.

Pria yang juga menjadi sukarelawan yang terlibat dalam membantu menggalang bantuan nutrisi bagi tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 ini tidak sepakat jika BPOM menghambat penelitian yang bagus.

Ia meyakini rekomendasi BPOM tidak memberi izin Vaksin Nusantara maju ke uji klinis tahap II lantaran ada kesalahan prosedur atau ada yang menyimpang secara prosedur atas kaidah-kaidah penelitian yang baik.

Ia pun meminta pihak-pihak yang terlibat dalam polemik bisa melakukan dialog agar bisa memperbaiki apa-apa saja yang dirasa perlu dilengkapi dan disempurnakan.

Ia juga berharap Terawan Agus Putranto bisa berhasil melakukan penemuan vaksin yang sungguh-sungguh ilmiah. Menurut Andreas, Terawan adalah rekan sejawat sesama alumni FK Unair saat melakukan studi S-2 Spesialisasi Radiologi, FK Unair, Surabaya (2004).

"Harapannya, beliau terus melanjutkan penelitian Vaksin Nusantara itu dengan standar-standar ilmiah yang bisa dikaji oleh pihak terkait," kata Andreas Harry.

Indonesia sendiri, dalam pengadaan vaksin anti-COVID-19 juga sedang dalam proses membuat Vaksin Merah Putih.

Guna mempercepat penanganan COVID-19 di Indonesia, pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tanggal 3 September 2020 telah membentuk Tim Pengembangan Vaksin Covid-19.

Tim itu bertugas mengembangkan vaksin Covid-19 produksi dalam negeri yang diberi nama Vaksin Merah Putih. Vaksin dalam negeri bertujuan untuk menciptakan kemandirian pemenuhan kebutuhan vaksin Covid-19 ke depannya.

Riset Vaksin Merah Putih dilakukan oleh enam lembaga dalam negeri, yakni Lembaga Eijikman, LIPI, UI, UGM, ITB dan Unair. Sementarauntuk uji klinis, produksi dan pendistribusian diserahkan kepada perusahaan BUMN PT Bio Farma.

(Antara/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK