Peneliti Respons Vaksin Nusantara Bukan Karya Anak Bangsa

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 12:43 WIB
Peneliti membantah vaksin Nusantara bukan karya anak bangsa meski sejumlah komponen diimpor dari Amerika Serikat. Ilustrasi. Penyuntikan vaksin
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Tim Peneliti Vaksin Nusantara Muhammad Karyana membantah soal informasi yang mengatakan bahwa vaksin Nusantara bukan karya anak bangsa karena menggunakan komponen impor mahal dan dikembangkan oleh Amerika Serikat (AS).

Ia menegaskan bahwa tawaran bantuan dari AS merupakan proses transfer alih teknologi. Nantinya Indonesia akan secara bertahap melakukan pengembangan vaksin ini secara mandiri dan penuh.

"Darahnya darah siapa, yang ngerjain siapa begitu? itu apa semua orang AS datang sendiri? Ya makanya nanti kita harapkan kalau di RSUP dr Kariadi sudah bisa, maka bisa mengajak RS lain," kata Karyana saat ditemui CNNIndonesia.com di kantor Balitbangkes, Jakarta Pusat, Kamis (15/4) sore.



Sebagaimana diketahui penelitian vaksin Nusantara ini dilakukan oleh tim peneliti dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan, RSPAD Gatot Subroto, RSUP dr Kariadi dan Universitas Diponegoro.

Selanjutnya, penelitian ini disponsori oleh PT. Rama Emerald atau PT. AIVITA Indonesia yang bekerja sama dengan Balitbangkes Kemenkes.

Karyana sendiri diketahui ikut andil sebagai tim peneliti vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang dilakukan di RSUP dr Kariadi Semarang.

Karyana sekaligus menampik bahwa tim peneliti dan analis di RSUP dr Kariadi tidak bisa menguasai penelitian saat kedatangan inspeksi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pertengahan Maret lalu. Ia menyebut, peneliti saat ini bahkan sudah menguasai pengembangan dan penggunaan sel dendritik ini pada subjek relawan.

Karyana mengaku bahwa pada tiga subjek pilot project di awal memang dikerjakan oleh tim AIVITA dari AS. Namun menurutnya saat uji klinis pada 28 relawan itu, tim dari RSUP dr Kariadi sudah bisa melakukan secara mandiri.

"Yang dibilang nonton itu, saya sih sangat-sangat menyayangkan ada kalimat seperti itu," tuturnya.

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK