PBNU Minta Publik Tahan Diri Tanggapi Jozeph Paul Zhang

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 16:24 WIB
PBNU meminta publik tidak mempersekusi Jozeph Paul Zhang meski diduga melakukan penistaan agama dalam kondisi sadar. PBNU meminta publik tidak melakukan aksi balasan kepada Jozeph Paul Zhang yang diduga melakukan penistaan agama (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua PBNU Robikin Emhas meminta umat Islam di seluruh Indonesia tidak melakukan persekusi atau balasan terhadap Jozeph Paul Zhang yang telah mengaku-ngaku sebagai nabi ke-26. Robikin meminta masyarakat menyerahkan persoalan tersebut ke aparat kepolisian.

"Maka kita tidak boleh menunjukkan sikap yang tidak dibenarkan oleh agama, melakukan persekusi, melakukan tindakan balasan dan seterusnya, tidak boleh," kata Robikin melalui tayangan video, Senin (19/4).

Robikin mengamini bahwa Jozeph Paul Zhang mengaku sebagai nabi dalam kondisi sadar atau benar-benar dengan disengaja. Meski begitu, dia tetap meminta masyarakat untuk menahan diri dan menyerahkan kepada aparat.


"Oleh karena itu kita sebagai muslim jangan menari di atas genderang orang lain. Jadi kita tetap mempercayakan ini semuanya kepada kepolisian," kata dia.

Robikin juga mengapresiasi langkah kepolisian yang telah sigap melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui secara pasti dimana keberadaan Joseph saat ini.

Dia yakin polisi bisa segera membawa Joseph ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kepolisian setelah melakukan penyelidikan dan cukup bukti-buktinya maka segera lakukan penyidikan dan kami sangat percaya kepolisian bisa membawa yang bersangkutan ke pengadilan untuk dimintai pertanggung jawaban," katanya.

Sebelumnya, Sebuah video viral yang berisi pernyataan seorang pria mengaku nabi ke-26 bernama Jozeph Paul Zhang beredar ke media sosial.

Pria tersebut membuka forum diskusi zoom bertajuk "Puasa Lalim Islam". Dia bahkan menantang jika ada orang yang berani melaporkan dirinya ke kepolisian.

Aksinya itu pun menjadi perhatian dari Bareskrim Polri. Pihak kepolisian mengaku tengah mendalami temuan video tersebut.

"Sedang didalami, lengkapi dokumen penyidikannya," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Agus Andrianto, seperti dikutip dari Antara, Minggu (18/3).

(tst/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK