Prajurit TNI Membelot Gabung KKB Kini Masuk DPO

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 18:10 WIB
TNI telah mengeluarkan edaran yang disebar ke tingkat Kodam untuk memburu prajurit TNI yang telah membelot bergabung kelompok OPM di Papua. Ilustrasi. Prajurit TNI di Papua. Foto: ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjend Achmad Riad mengatakan oknum TNI yang diketahui membelot dan bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kata Riad, oknum tersebut telah dikejar sejak diketahui kabur dan membelot pada 12 Februari lalu.

"Sesuai dengan yang disampaikan dari pihak satuan di sana yang jelas proses ini pasti sudah ada akan dikejar dan sudah ada DPO istilahnya dikeluarkan surat dari kodam sana, jadi akan dicari," kata Riad di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/4).


Riad memastikan terhadap oknum tersebut akan dilakukan berbagai macam aturan yang memang berlaku di satuan TNI. Misalnya kata dia aturan terkait desersi bagi oknum yang membelot.

"Yang jelas aturan TNI sudah ada tentang desersi dan segala macam," jelasnya.

Infografis Warga sipil korban KKB di Papua



Terkait penanganan KKB yang semakin lama semakin brutal bahkan kerap melakukan tindak kekerasan hingga pembunuhan terhadap warga sipil, berbagai upaya kata Riad memang telah dilakukan.

Saat ini semua anggota TNI berupaya terus menjalankan tugas yang diberikan. Termasuk wacana mengelompokkan KKB sebagai kelompok terorisme.

"Yah kita pokoknya laksanakan tugas saja laksanakan operasi sebaik mungkin. (Wacana masukan KKB sebagai teroris) Yah itu masih dibahas," katanya.



Sebelumnya, Juru Bicara TPNBP OPM Sebby Sambom menyebut seorang anggota TNI yang bertugas di Pos Bulapa memutuskan bergabung dengan OPM. Ia mengklaim, keputusan yang diambil anggota TNI itu lantaran tak tahan dengan sikap TNI yang kerap menembaki masyarakat sipil Papua.

"(Bergabung) Sejak Februari 2021 karena dia lihat anggota TNI suka tembak masyarakat sipil, termasuk pendeta," kata Sebby.

TNI menyatakan ada dua opsi bagi anggotanya yang membelot, yaitu menyerah dan kembali bergabung dengan NKRI dan membangun Papua, atau terus diburu oleh anggota TNI.

(tst/gil)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK