Kasus Pengeroyokan TNI-Polri Didalami Kesatuan Masing-masing

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 00:31 WIB
Pengeroyokan itu membuat satu anggota Brimob Polri dan satu anggota TNI AD luka berat. Ilustrasi garis polisi (iStockphoto/Herwin Bahar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan aksi pengeroyokan terhadap anggota Brimob Polri dan TNI AD di Jalan Falatehan, Jakarta Selatan akan didalami oleh masing-masing kesatuan.

Yusri juga menegaskan bahwa soliditas TNI dan Polri tetap solid pasca peristiwa pengeroyokan tersebut.

"Soliditas TNI-Polri itu masih solid, oknum-oknum yang terlibat akan dilakukan pendalaman oleh masing-masing kesatuan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (19/4).


Yusri tak menjelaskan lebih rinci ihwal peristiwa pengeroyokan tersebut. Ia hanya menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kejadian itu.

"Ini masih didalami karena itu ada korban dua orang, satu meninggal dunia, satu luka berat masih dirawat. Tim masih melakukan pendalaman tentang permasalahan ini," tutur Yusri.

Sebagai informasi, aksi pengeroyokan terhadap anggota Brimob Polri dan TNI AD di Jalan Falatehan, Kebayoran Baru, Jaksel pada Minggu (18/4) pagi lalu.

Peristiwa itu dibenarkan oleh Camat Kebayoran Baru, Tomy Fudihartono. Namun, ia mengaku tak mengetahui penyebab insiden tersebut.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan kasus itu telah diambil alih oleh pihaknya.

Kata Tubagus, sudah ada enam saksi yang dimintai keterangan. Namun, Tubagus tak membeberkan identitas para saksi tersebut.

"Intinya enam saksi kita periksa. Itu saja yang bisa dikasih," kata Tubagus saat dihubungi, Senin (19/4).

(dis/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK