Motif Asmara, Istri Diduga Dalangi Pembunuhan Pengusaha Wajan

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 01:09 WIB
Seorang penguasaha wajan di Bantul tewas diduga dibunuh oleh karyawannya sendiri atas permintaan istri korban usai hubungan gelapnya terungkap suami. Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Istockphoto/ South_agency)
Jakarta, CNN Indonesia --

Budiyantoro (38), seorang pengusaha wajan asal Bantul, DIY, tewas di tangan karyawannya sendiri. Istri korban diduga menjadi otak pembunuhan berencana ini. Motifnya, cinta segitiga.

Karyawan korban berinsial NK (22) dan istri korban KI (30) kini telah diamankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul AKP Ngadi menerangkan peristiwa ini terjadi pada Selasa (30/3) lalu di kediaman korban Wirokerten, Bangutapan, Bantul.


"Istrinya [korban] itu menawarkan kepada NK, 'berani enggak kamu membunuh suami saya?'. Dijawab [oleh NK], 'berani'," kata dia, saat dihubungi, Selasa (20/4).

Eksekusi korban dilakukan di kediaman Budiyantoro dan KI, Selasa (30/3) pukul 15.00 WIB. NK mulanya bersembunyi di kediaman korban. KI lantas memberi NK isyarat untuk segera melakukan eksekusi ketika suaminya lengah.

"Kejadiannya di ruang tamu," lanjut Ngadi.

Caranya, NK menjerat leher korban dengan menggunakan seutas kabel yang telah disiapkannya. Sementara, KI membantu membungkam mulut korban dengan sebo penutup kepala milik NK.

"Korban meninggal, lalu sama tersangka dipakaikan baju dan celana serta dibungkus seprei," urai Ngadi.

Keduanya kemudian mengangkut korban ke dalam mobil Toyota Innova warna hitam milik Budiyantoro. NK lantas membuang mayat korban ke sekitar Jembatan Selo Gedong, Sedayu, Bantul, sekitar pukul 23.00 WIB. Sementara barang bukti kabel dibuang di lokasi berbeda dan baru ditemukan sebagian.

Merusak Mobil

NK pun merusak mobil tersebut dengan memecah kaca dan melepas nomor polisi kendaraan agar seolah-olah ia layaknya habis dirampok.

Semua berjalan lancar sampai mobil yang NK kemudikan diberhentikan jajaran Satreskrim Polres Kulon Progo di daerah Kulon Progo, 31 Maret 2021 pukul 03.00 WIB.

Ngadi berujar petugas mencurigai kendaraan tersebut sebagai barang curian lantaran tak ada nomor polisinya.

Kepada petugas, pelaku mengaku mobil tersebut sebagai hasil curiannya bersama Budiyantoro. Tak mendapati sosok Budiyantoro yang NK maksud, polisi mulai curiga.

Petugas terus menggali keterangan dari NK sampai akhirnya penyelidikan mengungkap perbuatan tersangka yang telah membunuh Budiyantoro. Waktu itu, tersangka sempat mengaku sebagai pelaku tunggal, menghabisi korban seorang diri di dalam mobil sebelum membuang mayatnya.

Polisi menindaklanjuti pengakuan ini dan mendapati jenazah Budiyantoro di Selokan Selo Gedong. Evakuasi dilakukan sekitar pukul 06.11 WIB.

Pria asal Samarinda, Kalimantan Selatan, itu menyebut motif pembunuhan ini lantaran dirinya kerap dirundung, diintimidasi, dengan cara diancam dibunuh oleh korban.

Infografis deret kasus pembunuhan satu keluargaInfografis deret kasus pembunuhan satu keluarga. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Polisi yang terlanjur tak bisa mempercayai omongan tersangka lantas meminta keterangan keluarga korban untuk memastikan motif di balik pembunuhan ini. Saat itu, diperoleh keterangan bahwa NK sering menggoda istri Budiyantoro dan hal ini yang memicu intimidasi terhadap pelaku.

Tersangka NK saat itu masih bungkam soal keterlibatan KI. Sampai paling tidak belum lama ini ia membeberkan semuanya.

"NK itu setelah kita periksa dia mengatakan, pak yang dulu itu ceritanya itu salah. Yang sebenarnya itu yang diceritakan sekarang ini (KI terlibat). Akhirnya, istri korban kita ambil dan mengakui, persis, kronologi tidak jauh berbeda. Sama," bebernya.

NK dan KI pun senada soal motif pembunuhan ini. Keduanya mengaku merasa diancam akan dibunuh oleh Budiyantoro lantaran terendus hubungan asmara gelap mereka.

"Ya, terjadi cinta segitiga lah. Bahasanya kan seperti itu," imbuh Ngadi.

Dari kasus ini, petugas menyita berbagai barang bukti. Seperti potongan kabel yang dipakai oleh NK untuk menghabisi Budiyantoro. Lalu, satu unit mobil kepunyaan korban.

Atas perbuatannya, kedua tersangka kini dikenakan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana. Dengan ancaman pidana mati, atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun.

(kum/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK