MV Swift Rescue Singapura Pencari KRI Nanggala Tiba 24 April

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 10:33 WIB
Kapuspen TNI mengatakan dua negara jiran yakni Singapura dan Malaysia menyatakan akan mengirim bantuan untuk mencari kapal selam KRI Nanggala. FOTO ARSIP- KRI Nanggala-402 pada 2014. (ANTARA FOTO/Eric Ireng)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih melakukan misi pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali sejak Rabu (21/4) dini hari lalu.

Untuk membantu pencarian tersebut, Panglima TNI kemarin menyatakan pihaknya mengkomunikasikan bantuan kekuatan dari Singapura dan Australia.

Kemudian, dalam konferensi pers hari ini, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Achmad Riad mengatakan sudah ada dua negara yang telah memastikan akan mengirim kapal bantuan yakni Singapura dan Malaysia. Untuk kapal rescue milik Singapura dijadwalkan akan tiba di perairan Bali pada 24 April mendatang.


"Kapal ini (punya Singapura) penyelamat kapal selam yang mengalami kendala di dalam air diperkirakan akan tiba di lokasi pada 24 April," kata Riad saat menggelar konferensi pers yang disiarkan langsung dari Bali, Kamis (22/4).

Sementara dari Malaysia, kata Riad, adalah kapal Megabakti yang dijadwalkan akan tiba pada 26 April mendatang.

"Demikian pula kemarin dari Kabasarnas, KNKT, akan membantu pencarian dengan mengerahkan BPPT, Basarnas, P3L dari pusat pengembangan geologi kelautan dengan menggunakan kapal Basarnas dia akan membawa peralatan," katanya.

Selain itu, KRI Rigel dengan nomor lambung 933 yang juga sempat membantu dalam misi pencarian saat pesawat Sriwijaya Air mengalami kecelakaan juga akan diperbantukan. Kapal itu diprediksi tiba di lokasi Jumat (23/4) besok.

"Saat ini ada lima KRI dan 1 helikopter yang melakukan operasi pencarian dengan kekuataan personel 400 orang kemudian juga KRI Rigel 933 juga saat ini sudah gerak yang dulu KRI Rigel kita libatkan pada pencarian Sriwijaya Air," kata Riad.

Selain kapal pencari, pihaknya juga telah membentuk mako krisis center yang berlomasi di Mako Armada II Surabaya. Selain itu pihaknya juga akan membangun krisis senter lain di Lanal Banyuwangi.

"Beberapa peralatan pendukung seperti ambulans, juga mobile hiberbolic chamber, mudah-mudaha apabila ditemukan bisa membantu untuk menyelamatkan para krunya," kata dia.

(tst/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK