Anies Pastikan Uji Coba Sekolah Tatap Muka di DKI Jalan Terus

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 13:33 WIB
Gubernur Anies memastikan uji coba sekolah tatap muka di DKI tetap dilanjutkan hingga 29 April untuk merumuskan formula terbaik pembelajaran saat pandemi. Ilustrasi uji coba sekolah tatap muka di Jakarta. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan tetap melanjutkan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah. Uji coba sekolah tatap muka di Jakarta telah berlangsung sejak 7 April dan sesuai jadwal berakhir pada 29 April 2021.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Pemprov akan tetap melanjutkan uji coba, meski dalam beberapa waktu terakhir jumlah kasus positif Covid-19 kembali naik. Menurut Anies, uji coba justru untuk mencari tahu formula terbaik yang dapat diterapkan dalam kebijakan sekolah tatap muka berikutnya.


"Ketika kita berbicara tentang pembukaan sekolah, kita pada fase ini masih pada fase piloting, jadi piloting jalan terus, karena fungsi piloting ini untuk mendapatkan feedback tentang SOP di sekolah," terang Anies di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Kamis (22/4).

Menurut Anies, dalam uji coba ini timnya akan mengumpulkan informasi untuk menyusun tata kelola sekolah pada masa pandemi. Ia menegaskan proses uji coba tidak akan berhenti hingga waktu yang telah ditentukan.

"Jadi ini tidak akan berhenti proses piloting ini, justru proses piloting ini penting untuk bekal kita. Nah informasi tadi adanya kenaikan kasus-kasus yang dibandingkan dua minggu lalu kita menyaksikan ada plateauing mulai merata," ujarnya.

"Kalau dulu kan turun terus, sekarang mulai mendatar ini membuat kita harus hati-hati dalam semua aspek bukanya hanya di sekolah," tambah Anies lagi.

Oleh sebab itu, Anies meminta masyarakat tetap mewaspadai penyebaran virus corona. Menurut dia, tren penurunan kasus positif harus tetap dijaga dengan konsisten menggunakan masker, cuci tangan dan, menjaga jarak.

Selain itu, Anies juga mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas buka bersama selama bulan Ramadan. Sebab menurutnya, buka puasa bersama bakal membuka potensi penyebaran virus.

"Jadi saya imbau pada masyarakat untuk pilih buka di rumah bersama dengan keluarga dan hindari kerumunan-kerumunan," tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 85 sekolah dari seluruh jenjang pendidikan mengikuti uji coba tatap muka. Pada skema uji coba tatap muka, para siswa tiap jenjang sekolah belajar tatap muka secara bergantian.

Pada Senin, siswa yang melakukan belajar tatap muka adalah kelas 4 SD, 7 SMP, dan 10 SMA. Lalu, pada Rabu, siswa yang belajar adalah kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA. Hari Jumat, kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI membatasi jumlah siswa di setiap kelas maksimal 50 persen dari kapasitas. Selain itu, materi pembelajaran adalah esensial, tidak ada olahraga, ekstrakurikuler, serta kantin dan perpustakaan tutup.

Infografis Skema Uji Coba Sekolah Tatap MukaInfografis Skema Uji Coba Sekolah Tatap Muka. (CNN Indonesia/Fajrian)

(dmi/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK