Prabowo: Seluruh Bangsa Fokus Selamatkan Awak KRI Nanggala

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 13:59 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo berharap 53 awak kapal selam KRI Nanggala segera ditemukan. Saat ini semua pihak fokus melakukan pencarian. Menteri Pertahanan Prabowo berharap 53 awak kapal selam KRI Nanggala segera ditemukan. Saat ini semua pihak fokus melakukan pencarian. Foto: (AP Photo/Vincent Thian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berharap agar 53 awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak dapat segera ditemukan.

"Saya yakin seluruh bangsa, semua, hatinya, pikirannya, fokusnya, adalah agar anak-anak kita, bisa kita selamatkan secepat mungkin," ucap Prabowo dalam jumpa pers, Kamis (22/4).

Senada, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berharap upaya pencarian KRI Nanggala segera membuahkan hasil. Lebih dari 24 jam sejak kapal hilang kontak belum juga ditemukan.


"Kita semua berharap upaya pencarian akan membuahkan hasil dan menumbuhkan harapan untuk menyelamatkan seluruh personel KRI," tuturnya.

Hadi memastikan hingga saat ini upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim dari TNI AL. Sejumlah pihak lain dari kepolisian, KNKT, BNPB, Basarnas, juga turut membantu.

Diketahui, sudah lebih dari 24 jam sejak hilang kontak, kapal selam KRI Nanggala-402 belum juga ditemukan. Kapal tersebut membawa 53 orang personel yang terdiri dari 49 anak buah kapal, satu orang komandan, dan tiga orang arsenal.

Tim pencari telah menemukan tumpahan minyak di sekitar posisi penyelaman KRI Nanggala-402. Tumpahan minyak itu diduga akibat kerusakan tangki BBM kapal buatan Jerman itu karena tekanan air laut atau pemberian sinyal posisi dari KRI NGL-402.

Sampai saat ini, TNI telah mengerahkan lima KRI, 1 helikopter dan 400 orang untuk melakukan operasi pencarian kapal selam tersebut.

Selain itu, sudah ada dua negara yang telah memastikan akan mengirim kapal bantuan yakni Singapura dan Malaysia.

Untuk kapal rescue milik Singapura dijadwalkan akan tiba di perairan Bali pada 24 April, sedangkan Malaysia 26 April.

(tst/pris)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK