Curhat di Medsos, Konsumen Klinik Kecantikan Didakwa UU ITE

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 15:58 WIB
Warga Surabaya diseret ke pengadilan dengan dakwaan melanggar pencemaran nama baik gara-gara mengeluhkan persoalan di wajahnya usai berobat di klinik kecantikan Ilustrasi pengadilan (iStockphoto/Zolnierek)
Surabaya, CNN Indonesia --

Seorang konsumen klinik kecantikan di Surabaya, Stella Monica Hendrawan, didakwa melanggar pasal pencemaran nama baik, karena telah menyampaikan kondisi wajahnya yang memburuk usai perawatan.

Stella didakwa Pasal 27 ayat (3) juncto pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Farida Hariani saat membacakan dakwaan, di Ruang Sidang Kartika I Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.


Stella didakwa telah mencemarkan nama baik Klinik Kecantikan L'VIORS pada 2019 lalu, melalui screenshot story diupload oleh akun Instagram terdakwa yakni @Stellamonica.h.

Dalam screenshoot itu berisi percakapan Stella dengan seorang dokter. Ia mengeluhkan kondisi wajahnya yang memburuk usai perawat di klinik L'VIORS.

"Terdakwa telah mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diakses dokumen elektronik dengan cara mengunggah screenshot percakapan direct message dengan saksi T, saksi M dan saksi A yang mengarah kepada kegagalan Klinik L'VIORS dalam menangani pasiennya," kata dia.

Majelis Hakim, Imam Supriyadi kemudian memberi kesempatan terdakwa untuk menanggapi dakwaan tersebut. Pihak kuasa hukum stella yang terdiri dari pengacara LBH Surabaya kemudian meminta untuk mengajukan nota keberatan atau eksepsi.

"Kami ajukan eksepsi," sahut kuasa hukum Stella.

Hakim Supriyadi pun memutuskan sidang ditunda dan akan dilanjutkan dengan agenda penyampaian eksepsi dari lihak Stella, pada Rabu (28/4) pekan depan.

Usai sidang, kuasa hukum Stella, Muhammad Dimas Prasetyo mengatakan, pihaknya akan mengajukan eksepsi sebagai upaya pembelaan untuk kliennya atas dakwaan JPU. Sayangnya dia belum bisa membeberkan target untuk Stella dengan alasan masih harus koordinasi.

"Terkait apa yang kita tanggapi itu belum bisa kami sampaikan," tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Koalisi Pembela Konsumen, Anindya Shabrina yang juga mendampingi terdakwa menyayangkan apa yang terjadi pada Stella.

Stella, kata dia adalah korban dari pasal karet UU ITE. Sebagai konsumen ia seharusnya dilindungi oleh UU 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ia pun berharap terdakwa bisa diputus bebas.

"Seharusnya ini bisa diselesaikan dengan sengketa konsumen, pada nyatanya justru Stella yang dikriminalkan, harapannya diputus bebas," pungkas dia.

Sebelumnya, seorang perempuan di Surabaya, Stella Monica, menjadi tersangka kasus UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) usai mengunggah perbincangannya dengan dokter soal kualitas layanan sebuah klinik kecantikan via media sosial.

Perwakilan Koalisi Pembela Konsumen yang mendampingi Stella, Anindya Shabrina, mengatakan kliennya itu dilaporkan oleh salah satu klinik kecantikan ke Polda Jawa Timur karena telah mengeluhkan kondisi wajahnya yang radang usai menjalani perawatan di media sosial Instagram.

"Dia dilaporkan terkait unggahan tangkapan layar percakapan Stella dengan seorang dokter kulit di Instagram yang berisikan curahan hati (curhat) Stella tentang kondisi kulitnya usai melakukan perawatan di klinik tersebut," kata Anindya, Sabtu (20/3).

(frd/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK