Polisi Panggil Pimpinan Ponpes di Indramayu soal Pencabulan

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 18:45 WIB
Pria berinisial PG, pimpinan pondok pesantren di Indramayu, telah dimintai keterangan oleh penyidik Polda Jabar atas kasus dugaan pencabulan. Foto ilustrasi. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Bandung, CNN Indonesia --

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat telah memanggil 24 saksi terkait kasus dugaan pencabulan yang melibatkan pimpinan pondok pesantren di Indramayu.

Pria berinisial PG merupakan pimpinan pesantren yang menjadi terlapor dalam kasus ini.

"Sudah dimintai keterangan (PG). Ada 24 saksi yang diminta keterangan termasuk terlapor, pelapor, dokter dan lainnya," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Rabu (21/4).


Erdi mengatakan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar masih melakukan penyelidikan terhadap pelaporan kasus ini.

Meski demikian, ia enggan merinci perihal keterangan yang digali dari para saksi mengingat kasus tersebut masih dalam penyelidikan tim penyidik.

"Sampai sekarang masih dilakukan penyelidikan," ujarnya.

Sebelumnya, PG dilaporkan ke polisi atas kasus dugaan pencabulan dan tertuang dalam surat LP/B/212/II/2021 tertanggal 22 Februari 2021.

Menurut kuasa hukum pelapor, Djoemaidi Anom, kasus dugaan pencabulan yang dilakukan PG dilaporkan mantan pegawainya berinisial K ke Polda Jawa Barat beberapa waktu lalu.

"Setelah diskusi dengan saya, akhirnya (korban) bikin laporan polisi," kata Djoemaidi melalui pesan singkat.

Versi korban, kata Djoemaidi, kronologi dugaan pelecehan itu terjadi beberapa kali sejak 2018. Kejadian tersebut bahkan dialami korban sampai 2020.

Kejadian pencabulan bermula ketika korban yang semula ditugaskan di daerah Cikampek, dipindahkan tugasnya ke daerah pondok pesantren. Setelah korban dipindahkan itulah, PG mulai melakukan aksinya.

Sempat ditolak berkali-kali oleh korban dengan alasan bukan suami istri, namun PG tetap bersikeras memaksa. Hingga akhirnya terjadi dugaan aksi tak senonoh dari PG.

"Dipaksa, klien kita hampir tiap hari datang untuk berhubungan," kata Djoemaidi.

(hyg/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK