Di Depan Ketum PBNU, Nadiem Minta Maaf soal Kisruh Kamus

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 17:38 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim meminta maaf atas kisruh akibat polemik Kamus Sejarah Indonesia Jilid II yang tidak memuat nama pendiri NU Hasyim Asy'ari. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengunjungi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat setelah kisruh Kamus Sejarah Indonesia Jilid I, Kamis (22/4). (CNN Indonesia/Feybien Ramayanti)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyampaikan permintaan maaf di hadapan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj atas polemik Kamus Sejarah Indonesia Jilid II.

Diketahui muatan kamus tersebut sempat mengundang kritik lantaran ketiadaan nama pendiri NU, Hasyim Asy'ari. Dalam kesempatan itu Nadiem pun mengakui memang banyak ketidaklengkapan informasi dalam kamus tersebut.

"Dan kami mohon maaf dengan segala ketidaknyamanannya. Ini pun isu yang mengagetkan kami di Kemendikbud. Tapi dengan seperti biasanya kami akan selalu bergerak cepat," ucap Nadiem di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kam is (22/4).


Itu sebab dia menjanjikan bakal segera merevisi kamus tersebut dengan lebih banyak melibatkan organisasi masyarakat. Termasuk, kata Nadiem, meminta pandangan dari NU terkait kebijakan di kementeriannya.

"Ada berbagai macam isu, bukan hanya dari pihak NU. Tapi kita sudah menemukan banyak ketidaklengkapan yang akan kita segerakan untuk merivisi kamus sejarah ini," ucap Nadiem.

Dia pun mengungkapkan, kedatangannya ke kantor PBNU sekaligus untuk meluruskan kisruh karena kamus yang diterbitkan Kemendikbud itu diduga menghapus nama pendiri NU, Hasyim Asy'ari.

Nadiem menerangkan, kementeriannya memiliki tim yang komprehensif mengawasi konten-konten yang dipublikasikan buku yang berhubungan dengan sejarah. Ia pun berjanji akan memastikan kejadian serupa takkan lagi terulang di masa kepemimpinan.

Mantan Bos Go-jek itu menilai isu sejarah merupakan perkara sensitif yang harus melibatkan banyak ahli, mulai dari sejarawan hingga organisasi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal mengatakan pihaknya telah menyampaikan kritik dan masukan langsung kepada Nadiem terkait sejarah dan pendidikan Indonesia.

"Sejarah pendidikan Indonesia itu tidak lepas dari peran besar kiai NU dalam konteks membangun sekaligus merintis berdirinya NKRI," tutur Helmy.

Dalam pertemuan itu turut hadir pula putri presiden ke-empat RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid. Dia mengatakan, keluarga Gus Dur sudah menganggap polemik mengenai kamus sejarah ini selesai.

Namun begitu, Yenny menyarankan agar Nadiem lebih banyak melibatkan publik dalam penyusunan kamus sejarah tersebut agar tak terjadi kisruh di kemudian hari.

"Persoalannya kalau dari keluarga Gus Dur sudah selesai. Dan lagi, kita akan berikan asistensi ke Mas Nadiem mengenai revisi buku kamus sejarah Indonesia tersebut agar jauh lebih lengkap," tutur Yenny di lokasi.

Sebelumnya, komunitas warga NU yang tergabung dalam NU Circle memprotes Nadiem karena salinan buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I didapati menghapus nama Hasyim Asy'ari. Buntut dari polemik itu, Nadiem menyambangi kantor PBNU pada Kamis (22/4) siang ini.

(fey/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK