Tetangga Awak KRI Nanggala Gelar Doa: Semoga Ada Mukjizat

CNN Indonesia | Jumat, 23/04/2021 03:27 WIB
Tetangga salah satu awak kapal selam KRI Nanggala yang hilang kontak sejak kemarin berharap ada mukjizat dalam pencarian kapal TNI AL tersebut. Keluarga dan tetangga awak kapal selam KRI Nanggala menggelar doa bersama untuk keselamatan seluruh awak di dalam kapal selam tersebut. Ilustrasi (AP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keluarga dan tetangga awak kapal selam KRI Nanggala-402, Serda Mes Guntur Ari Prasetya menggelar doa bersama. Mereka berharap Guntur dan seluruh awak kapal selam yang hilang kontak sejak kemarin selamat.

Tetangga Guntur, Laluk Endrajani mengatakan doa bersama ini adalah inisiatif para tetangga agar KRI Nanggala-402 segera ditemukan.

"Warga-warga dan tetangga sekitar bikin doa bersama, sambil nunggu update dari kesatuan," kata Laluk, di Tegalsari, Kota Surabaya, Kamis (22/4) malam.


Menurut Laluk doa bersama ini juga bentuk dukungan moral kepada istri Guntur, Berda Asmara dan keluarga.

"Kami panjatkan doa, sebagai dukungan untuk keluarga Mas Guntur. Ya semoga doa kami sampai dan ada mukjizat yang menyelamatkan beliau," ujarnya.

Laluk menyebut Guntur merupakan tetangga yang ramah. Namun, yang bersangkutan memang jarang terlihat karena kesibukannya bekerja.

"Sehari-harinya ya beliau ramah, kalau ketemu menyapa. Tapi memang kalau dinas kerja jarang terlihat ya karena berlayar sampai beberapa hari," kata dia.

Sebelumnya, pihak keluarga awak KRI Nanggala-402 yang dilaporkan hilang di perairan Bali bagian utara mulai cemas.

Istri Guntur, Berda Asmara mulai cemas terhadap kondisi sang suami yang berada di dalam kapal selam tersebut. Berda bertugas ditugas sebagai juru diesel di kapal selam tersebut.

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (Unusa) Surabaya itu mengaku tak bisa menghubungi suaminya.

Berda mengatakan dirinya baru mengetahui kabar KRI Nanggala-402 hilang kontak seusai berbuka puasa, Rabu (21/4) kemarin. Informasi itu didapatnya melalui grup ibu-ibu KRI Nanggala-402.

Setelah mendapatkan kabar itu, ia pun mencari informasi dan berita tentang KRI Nanggala-402. Berda pun kaget setelah mengetahui kapal yang membawa suaminya itu diberitakan hilang kontak.

KRI Nanggala hilang kontak saat melakukan latihan penembakan torpedo di wilayah perairan Bali. Sesaat sebelum torpedo diizinkan untuk ditembakan, KRI Nanggala hilang kontak dan tak muncul lagi di permukaan.

Hingga malam ini belum ada kabar terbaru terkait pencarian kapal selam pabrikan Jerman tersebut. Sejauh ini, TNI sempat mendeteksi pergerakan di dalam laut, namun kemudian hilang kembali. Kapal tersebut berisi 53 prajurit TNI.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengaku hingga saat ini belum mengeluarkan isyarat sub sink alias pernyataan karamnya kapal selam KRI Nanggala-402.

Sub sink smerupakan isyarat yang dikeluarkan jika kapal selam telah dipastikan karam dan titik pencarian telah ditetapkan. Jika masih dalam status hilang kontak, statusnya masih sub missed.

(frd/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK