LPDP Bisa Biayai Dosen dan Guru Lanjut S2 sampai S3

CNN Indonesia | Jumat, 23/04/2021 05:34 WIB
Program beasiswa magister dan doktor untuk dosen berlaku untuk perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Mendikbud Nadiem Makarim. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberikan alokasi khusus bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk menerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Program beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen di perguruan tinggi reguler dan vokasi, serta guru di jenjang pendidikan umum hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Program pertama fokus pada dosen dan tenaga kependidikan. Kita beri beasiswa dosen S2 dan S3. Ini beasiswa penuh bagi dosen akademik yang berprestasi," kata Nadiem dalam acara yang disiarkan YouTube Kemendikbud RI, Selasa (22/4).


Nadiem menjelaskan program beasiswa magister dan doktor untuk dosen berlaku untuk perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

LPDP juga memberikan subsidi bagi dosen yang melakukan riset keilmuan, magang di industri selama lebih dari satu semester, dan mengajar atau meneliti di perguruan tinggi lain selama 1-6 bulan.

Ketentuan serupa juga berlaku untuk dosen di perguruan tinggi vokasi, kecuali untuk beasiswa mengajar di perguruan tinggi lain. Sebagai gantinya, subsidi diberikan untuk dosen vokasi yang melakukan sertifikasi atau pelatihan bersertifikat.

Sementara untuk guru, beasiswa kuliah ke luar negeri hanya berlaku untuk gelar S2. Guru yang ingin mendapat beasiswa gelar S3 harus menempuh studi di delapan perguruan tinggi terpilih di dalam negeri. Guru juga bisa menerima subsidi kegiatan sertifikasi.

Khusus untuk guru SMK, beasiswa hanya diberikan untuk menempuh studi gelar S1. Subsidi juga diberikan bagi guru yang mengikuti kegiatan magang di industri.

Pendaftaran LPDP sendiri akan dibuka mulai 2 Mei 2021. Informasi lengkap terkait pendaftaran LPDP dapat diakses melalui https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id atau https://beasiswa.kemdikbud.go.id.

(fey/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK