TNI Bantah 2 Anggota Tewas Usai Baku Tembak KKB di Papua

CNN Indonesia | Minggu, 25/04/2021 09:20 WIB
TNI diklaim melakukan kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di pegunungan Ilaga, Papua, Jumat (23/4). Ilustasrasi aparat di Ilaga, Papua. (Foto: Dok. Puspen TNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantah melakukan kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di pegunungan Ilaga, Papua, Jumat (23/4) yang mengakibatkan dua anggotanya jadi korban.

Kapendam Cendrawasih Letkol Arm Reza Nur Patria menegaskan tidak ada kontak tembak yang terjadi antara anggota TNI dengan KKB di Ilaga Kabupaten Puncak.

"Informasi yang menyatakan bahwa 2 anggota TNI menjadi korban akibat kontak tembak adalah tidak benar," tegas Reza kepada CNNIndonesia.com, Minggu (25/4).


Satuan TNI dan Polri yang berada di Ilaga Kabupaten Puncak disebut aktif melaksanakan patroli keamanan untuk menciptakan situasi kondisi yang kondusif di daerah tersebut.

"Mari kita doakan bersama, semoga situasi di Kabupaten Puncak semakin kondusif sehingga kegiatan masyarakat kembali berjalan dengan normal," kata Reza.

Sebelumnya, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambo mengklaim dua personel TNI tewas dalam insiden itu.

"Dalam kontak senjata tersebut anggota TNI dua orang korban," ujar Sebby dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (24/4).

Sebby menuturkan kedua TNI yang tewas masih berada lokasi baku tembak. Dia menyebut belum ada personel TNI lain yang mengevakuasi personel TNI yang gugur tersebut.

Lebih lanjut, Sebby menyampaikan OPM dipimpin oleh Komandan Operasi Komando Nasional TPNPB Lekagak Telenggen melakukan baku tembak dengan TNI sejak pukul 01.00 hingga 05.20 WIT.

"Pasukan saya masih siaga satu di setiap tempat," ujarnya.

Berdasarkan catatan, setidaknya ada empat peristiwa penembakan yang dilakukan oleh KKB terhadap masyarakat sipil di wilayah Beoga sejak awal April kemarin.

Pertama, pada Kamis (8/4), KKB diduga menembak mati seorang guru sekolah dasar (SD) bernama Oktavianus Rayo. Keesokan harinya, mereka kembali menembak guru SMP bernama Yonathan Randen di Distrik Beoga.

Setelah insiden itu, terjadi pula pembakaran tiga gedung sekolah di wilayah tersebut. Bahkan, pembakaran terus berlanjut hingga akhirnya menghanguskan rumah anggota DPRD Kabupaten Puncak.

Seminggu kemudian, pada Rabu (14/4), KKB kembali menembak seorang tukang ojek bernama Udin di Distrik Omikia, Kabupaten Puncak. Lalu, keesokan harinya mereka menembak siswa SMA bernama Ali Mom di Ilaga.

Korban, kata kepolisian, diminta untuk membelikan pinang dan rokok. Setelah diantar ke kampung Uloni, Ali Mom malah ditembak dan dibacok hingga tewas.
KKB sendiri menyatakan bertanggung jawab atas sejumlah aksi penembakan itu. Hal tersebut dilakukan lantaran korban diduga sebagai mata-mata aparat TNI-Polri.

(jps/mjo/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK