Bupati Puncak Papua Tantang KKB: Kalau Mau Perang, Lawan TNI

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 15:49 WIB
Bupati Puncak Willem Wandik menantang KKB untuk bersikap jantan dengan cara bertempur melawan TNI-Polri di arena tertentu tanpa meneror warga sipil. Aparat berpatroli di Ilaga, Papua, menyusul isu KKB menargetkan 19 warga. (Foto: Puspen TNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bupati Puncak Willem Wandik menantang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bertempur melawan TNI-Polri di arena khusus, bukan malah meneror warga tak bersalah.

Hal itu dikatakannya terkait kabar bahwa KKB menargetkan pembunuhan terhadap 19 warga di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Selain itu, ada kasus pembunuhan guru dan pembakaran gedung sekolah di distrik Beoga, penembakan tukang ojek di Kampung Eromaga, dan pembunuhan anak sekolah Ali Mom.

Willem menyebut tindakan KKB dengan membunuh dan memperkosa warga melanggar adat dan bukanlah perangai laki-laki. Jika KKB bersenjata, kata dia, maka lawannya adalah TNI-Polri bukan masyarakat tidak berdaya seperti para guru, anak SMA, dan tukang ojek.


"Kalau mau perang, kami siapkan lapangan perang, biar kita masyarakat mundur dan kalian berperang melawan TNI-Polri, itu baru laki-laki. Jangan membuat masyarakat jadi takut atau jadi korban," ujarnya, dalam pertemuan bersama Muspika Kabupaten Puncak dan tokoh masyarakat di Aula Negelar Pemda Puncak, Kp. Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (20/4), dikutip dari rilis resmi Puspen TNI.

Dia juga meminta KKB memberi tahunya soal 19 warga yang jadi target pembunuhan itu agar tidak terjadi lagi salah target dan pembunuhan secara membabi-buta.

"Kepada KKB supaya 19 orang yang mereka tentukan itu, kasih tahu saya biar saya bisa sampaikan kepada mereka, atau kalau tidak, kalian beritahu mereka supaya jangan membuat hal yang tidak disukai, itu baru saya bilang oke," kata Bupati.

Ia pun mempertanyakan klaim perjuangan KKB untuk merdeka. Pasalnya, warga sendiri atau keluarga sendiri yang jadi korban pembuhan mereka.

"Ini berjuang apa yang kayak begini? Kalian (KKB) berjuang apa sebenarnya? Ini membuat kita yang di Papua dan bahkan dunia juga ikut bingung dengan perjuangan yang sekarang dilakukan ini," cetus dia, dikutip dari Antara.

Willem menyebut rangkaian kasus penembakan dan pembunuhan itu membuat wilayahnya mendapat reputasi buruk. Lantaran itu, aparat TNI-Polri makin banyak hadir di kotanya.

"Di seluruh dunia dan seluruh Indonesia sudah tahu bahwa daerah Puncak atau daerah pegunungan itu tidak aman, tempat sering terjadi pembunuhan," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia mengatakan TNI-Polri sudah melakukan kegiatan patroli dalam kota untuk menciptakan keamanan di dalam Kota Ilaga.

"Saya meminta kepada masyarakat agar kita sama-sama menjaga dan menciptakan situasi aman di Kabupaten Puncak," ucapnya.

Infografis Warga sipil korban KKB di PapuaInfografis Warga sipil korban KKB di Papua. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Senada, Dandim Puncak Jaya Letkol Inf Rofi Irwansyah mengatakan kehadiran TNI-Polri untuk menjaga masyarakat dan menjaga keamanan Kabupaten Puncak, bukan sebaliknya.

"Oleh sebab itu, jangan karena kehadiran kita membuat masyarakat menjauh dari kita, tetapi jadikan sebagai bagian dari masyarakat agar bisa menciptakan keamanan di dalam Kota Ilaga," kata dia.

"Kita juga sudah melaksanakan pengamanan dalam Kota Ilaga, kita melakukan kegiatan patroli dalam kota ini untuk menciptakan keamanan dan juga memberi keamanan kepada masyarakat, agar kelompok KKB tidak bisa masuk ke dalam Kota Ilaga, untuk membuat keributan," lanjut Dandim Puncak Jaya.

(arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK