Kasus Antigen Bekas Pakai, Beberapa Pasien Diperiksa Polisi

CNN Indonesia
Rabu, 28 Apr 2021 14:12 WIB
Sejumlah pasien diperiksa terkait kasus penggunaan alat antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Ilustrasi alat tes antigen. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian memeriksa sejumlah pasien terkait kasus penggunaan alat rapid test antigen yang diduga bekas pakai di Bandara Kualanamu, Deliserdang.

Dalam kasus ini, polisi telah menangkap enam petugas rapid test di Ruang Layanan Antigen Lantai Mezzanine, Senin (27/4).

"Sudah ada, itu ada pasien yang tadi malam sudah mintai keterangan ada beberapa orang pasien," ucap Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada wartawan, tanpa merinci jumlah saksi yang diperiksa, Rabu (28/4).


Ia menyebut kepolisian sejauh ini belum menetapkan tersangka.

"Penindakan itu dilakukan kemarin sore, ada beberapa orang yang kita mintai keterangan, sudah kita periksa dan sampai saat ini penyidik Subdit 4 masih terus mendalaminya," kata 

Hadi menuturkan penyidik juga masih terus mendalami soal bagaimana alat antigen bekas itu bisa digunakan oleh petugas.

"Ya itu dugaan-dugaan ke arah situ semuanya masih didalami oleh penyidik. Makanya penyidik komprehensif pendalaman baru nanti disampaikan ke media," tuturnya.

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Sumut menggerebek Ruang Layanan Antigen tersebut pada Selasa (27/4) sekitar pukul 15.05 WIB. Dalam penggerebekan itu, enam petugas turut diamankan.

Selain itu, sejumlah barang bukti juga turut disita oleh kepolisian. Termasuk, alat rapid antigen yang diduga bekas pakai.

"Dugaan tindak pidana melanggar UU Kesehatan. Nanti untuk lebih jelasnya akan dirilis Bapak Kapolda dan Dirkrimsus. Penyidik juga tengah memintai keterangan pasien dan 6 orang petugas yang diamankan," kata Hadi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini menyebut tindakan oknum tersebut sangat bertentangan dengan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan.

Atas dasar itu, kata Adil, pihaknya tak segan untuk menerapkan sanksi tegas jika terbukti terjadi pelanggaran.

Infografis Beda GeNose, Rapid Antigen dan Swab PCR untuk Tes Covid-19Infografis Beda GeNose, Rapid Antigen dan Swab PCR untuk Tes Covid-19. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

"Apabila terbukti bersalah, maka para oknum petugas layanan rapid test tersebut akan kami berikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/4).

Pihaknya pun melakukan investigasi bersama dengan Dirkrimsus Polda Sumut.

"PT Kimia Farma Tbk melalui cucu usahanya yaitu PT Kimia Farma Diagnostik, saat ini tengah melakukan investigasi bersama dengan pihak aparat penegak hukum," tandasnya.

(dis/fnr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER