Wagub DKI: Jokowi Minta Libur Lebaran Tak Picu Sebaran Covid

CNN Indonesia | Kamis, 29/04/2021 03:40 WIB
Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Presiden Jokowi ingin kepala daerah memberi perhatian lebih pada libur lebaran. Suasana ruang tunggu keberangkatan yang dipenuhi calon penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (25/04/2021). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan para kepala daerah untuk memastikan libur Idulfitri 1442 Hijriah tidak menimbulkan penyebaran virus corona (Covid-19).

Riza menyebut instruksi tersebut disampaikan Jokowi dalam rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah se-Indonesia.

"Bapak Presiden meminta seluruh jajaran, kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia agar memberi perhatian lebih untuk memastikan bahwa di libur panjang nanti di Idulfitri agar dipastikan semua menjaga protokol kesehatan dengan baik, jangan sampai libur panjang justru menyebabkan penyebaran," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/4).


Riza menyatakan Presiden juga meminta ada upaya ekstra dan perhatian terkait program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Oleh karena itu, menurut Riza, Jokowi menyampaikan agar seluruh kepala daerah memberikan perhatian lebih kepada hal ini.

Menurut Riza, nantinya jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan membahas lebih lanjut instruksi Presiden tersebut.

"Senin juga melakukan rapat dengan Forkopimda akan menindaklanjuti untuk meneruskan mengimplementasikan apa yang diminta bapak Presiden dalam kebijakan-kebijakan yang akan kita buat di DKI Jakarta," jelas Riza.

"Untuk memastikan agar di libur Idulfitri tidak terjadi arus mudik yang besar dan kita minta semua tetap di rumah masing-masing dan termasuk program berapa titik penyekatan itu akan dikoordinasikan dengan pihak terkait," kata dia menambahkan.

Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan larangan mudik pada momen Lebaran tahun ini. Larangan ini berlaku pada 6 hingga 17 Mei 2021.

Kebijakan ini merupakan upaya pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Seperti diketahui, sampai Rabu (28/4), total terdapat 1.657.035 kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 45.116 kasus meninggal dunia, 1.511.417 kasus sembuh. Sehingga, saat ini ada 100.502 kasus yang masih aktif.

(dmi/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK