Jokowi Akui Sempat Belajar Tangani Covid-19 dari India

CNN Indonesia
Kamis, 29 Apr 2021 08:23 WIB
Presiden Jokowi mengakui Indonesia sempat belajar penanganan Covid-19 dari India, sebelum negara tersebut mengalami hantaman 'Tsunami Covid-19'. Presiden Jokowi mengakui Indonesia sempat belajar penanganan Covid-19 dari India, sebelum negara tersebut mengalami hantaman 'Tsunami Covid-19'. (Lukas - Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui Pemerintah Indonesia belajar penanganan Covid-19 dari India. Dia menyebut langkah itu diambil sebelum India mengalami hantaman pandemi Covid-19 gelombang kedua.

Jokowi berkata, akhir tahun lalu India berhasil menekan jumlah kasus Covid-19 setelah menerapkan pembatasan berskala mikro. Indonesia pun mengadopsi itu menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala mikro (PPKM Mikro).

"Saya ingat Januari kita telepon ke Menkes India [untuk bertanya], 'Kuncinya apa?' Kuncinya adalah micro lockdown sehingga kita adopsi di sini, PPKM skala mikro,"
kata Jokowi dalam Pengarahan Presiden RI kepada Kepala Daerah se-Indonesia Tahun 2021 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4).


Kondisi yang diungkapkan Jokowi itu terjadi beberapa bulan lalu. Usai menuai pelbagai pujian dari global--termasuk Indonesia, India saat ini dihantam gelombang kedua pandemi Covid-19. Bahkan, angka infeksi virus corona di negara itu sempat menembus 350 ribu kasus dalam waktu sehari.

Jokowi menyoroti kondisi itu. Dia tak ingin hal yang sama terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, Jokowi mewanti-wanti pemerintah daerah agar sigap menerapkan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Ini yang menjadi kehati-hatian kita semuanya, hati-hati perkembangan di India. Tidak hanya di India, ada di Turki dan Brazil dan beberapa di Uni Eropa, hati-hati," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun meminta kepala daerah untuk selalu mengikuti perkembangan kasus Covid-19 di wilayah masing-masing. Dia ingin kepala daerah memantau perkembangan pandemi dengan penuh kehati-hatian.

"Begitu naik sedikit, segerakan untuk ditekan kembali agar terus menurun," kata Jokowi.

Sebelumnya, India mengalami lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Pada Senin (26/4), India mencatat 352.991 kasus baru dalam 24 jam. Di saat yang sama, 2.812 orang meninggal dunia karena virus corona.

Gelombang kedua pandemi Covid-19 di India diyakini terjadi usai ritual mandi bersama di sungai atau Kumbh Mea. Selain itu, warga India disebut-sebut mulai lengah dengan mengabaikan protokol kesehatan setelah euforia capaian vaksinasi di sana.

Infografis Jejak Kebijakan Setahun PandemiInfografis Jejak Kebijakan Setahun Pandemi. (CNN Indonesia/Fajrian)

(dhf/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER