Temukan Ketidaktaatan Prokes, Walkot Makassar Ancam Tutup Mal

CNN Indonesia | Minggu, 02/05/2021 22:52 WIB
Wali Kota Makassar menyatakan pada awal pekan nanti akan memanggil pengelola mal dan tenan di dalamnya terkait ketidakpatuhan penegakan prokes pencegahan Covid. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memberi imbauan mematuhi prokes pencegahan Covid-19 kepada pengunjung dan tenan di Mal Panakkukang, Makassar, 2 Mei 2021. (CNNIndonesia/Ilham)
Makassar, CNN Indonesia --

Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Moh Ramdhan Pomanto berang ketika melakukan inpeksi mendadak ke Mal Panakkukang dirinya pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19 yang marak, Minggu (2/5) malam.

Alhasil, pria yang karib disapa Danny itu pun mengeluarkan ancaman menutup pusat perbelanjaan tersebut bila prokes tetap diabaikan.

"Besok saya undang seluruh pengelola tenan dan pengelola mal untuk membahas ini di Balaikota dan menjatuhkan langsung sanksi teguran keras yang pertama," kata Danny.


Danny yang melihat langsung kondisi di Mall Panakukkang banyak ditemukan pemilik tenan yang abai menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung.

Padahal kata Danny, pihaknya telah mengedarkan surat mengenai Pembatasan Pergerakan Kegiatan Mikro (PPKM) untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Makassar yang membatasi kegiatan ekonomi hanya sampai pukul 22.00 wita. Namun, kenyataannya hal itu tidak dilaksanakan pihak pengelola mal.

"Sejak Kamis lalu, kami sudah sampaikan ke pemilik gedung terkait prokes dan menyediakan petugas prokes setiap ruko maupun mal serta me-monitoring setiap kegiatan yang langsung dimonitoring di kecamatan sehingga dapat ditegur langsung, di samping itu kita langsung cek di lokasi," jelasnya.

Danny menjelaskan, bahwa selama ini pihak pengelola mal tidak mengetahui berapa jumlah pengunjung yang masuk dan keluar. Oleh karena itu,  Danny memerintahkan pengelola mal untuk mengaktifkan protokol pintu masuk dan pintu keluar untuk mengetahui jumlah pengunjung mal.

"Kalau disini ada 670an tenan, diasumsikan 1 tenang ada lima (orang), berarti ada 3.350 orang kapasitas yang diperkenankan, sehingga menghitung orang yang masuk dan keluar itu yang membedakan. Kalau kurang dari 350 orang itu bisa dimasukkan [pengunjung lagi]," tuturnya.

Danny menegaskan, pihak pengelola mal akan diberikan sanksi teguran pertama terkait pelanggaran protokol kesehatan.

"Kalau perlu tidak perlu teguran kedua, kalau surat edaran itu tidak diindahkan saya akan menutup tempat ini, bahkan akan menutup mal ini. Kita butuh kebangkitan ekonomi tapi protokol kesehatan tetap nomor satu," tegas Danny.

Dalam kesempatan sidak tersebut, sambil menggunakan pengeras suara portabel (toa), Danny berkeliling mengimbau pengunjung mal agar dapat mematuhi protokol kesehatan di setiap sudut tenan yang ada di mal.

(mir/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK