Sate Racun Bantul Diduga Sasar Polisi Mantan Pacar Tersangka

CNN Indonesia | Senin, 03/05/2021 16:15 WIB
Sate beracun di Bantul diduga menyasar anggota polisi di Yogyakarta yang pernah menjalin hubungan dengan tersangka. Tersangka sate beracun di Bantul. (Foto: CNN Indonesia/ Tunggul)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Salah seorang anggota Polresta Yogyakarta, Aiptu Tomi, diduga menjadi sasaran kasus sate beracun di Bantul, Provinsi Yogyakarta.

Tomi yang merupakan anggota Satreskrim Polresta Yogyakarta diduga kuat jadi incaran utama NA (25), tersangka dalam kasus sate beracun ini.

"Betul (anggota satreskrim). Kurang paham posisinya, tapi pangkatnya Aiptu dan sosoknya baik," kata Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro kepada wartawan melalui aplikasi pesan singkat, Senin (3/5).


Berkaitan dengan hal itu, pihaknya belum berencana melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

"Sementara belum, yang bersangkutan di Polresta tidak ada masalah. Jadi, tunggu hasil riksa dari Bantul kalau ada pelanggaran disiplin, kode etik, atau pidana baru kita jalan," paparnya.

Pihaknya juga tidak berniat memberikan pengamanan terhadap Tomi meski dugaan sementara yang bersangkutan jadi sasaran pembunuhan.

"Tidak ada (pengamanan). Biasa saja," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, jajaran Polres Bantul menangkap NA (25), warga asli Majalengka, Jawa Barat di kediamannya, Potorono, Banguntapan, Bantul, Jumat (30/4) kemarin.

Sosok NA diduga menjadi pihak yang bertanggungjawab atas kasus kematian Naba Faiz, warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Minggu (24/4) silam.

Naba meninggal usai menyantap sate beracun yang dititipkan NA kepada Bandiman (47), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang merupakan ayah Naba.

Bandiman mendapatkan paket tersebut usai penerima menolak lantaran tidak merasa memesan dan mengenali sosok pengirimnya.

Berdasarkan penyidikan sementara, petugas menduga Naba menjadi korban salah sasaran. Lantaran NA sebenarnya berniat mengirimkan paket sate beracun tersebut kepada Tomi melalui Bandiman.

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy sementara menyebut tindakan NA dipicu rasa sakit hati kepada Tomi.

"Motifnya adalah sakit hati, karena ternyata si target (Tomi) ini menikah dengan orang lain, tidak dengan dirinya (NA)," kata Burkan saat sesi konferensi pers di Mapolres Bantul.

Dikatakan Burkan, baik Tomi dan NA sebelum ini memang memiliki hubungan. Tepatnya sebelum Tomi menikahi pasangannya.

Namun, Burkan melanjutkan, polisi masih perlu memastikan siapa sebenarnya yang diincar oleh NA untuk melampiaskan rasa sakit hatinya terhadap Tomi.

(kum/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK