Warga India Pembawa Varian B1617 Masih Diisolasi di Jakarta

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 12:56 WIB
Perempuan 38 tahun asal India masih diisolasi di RSPI Jakarta usai sampel yang diambil sejak 22 April lalu menunjukkan dia membawa kasus mutasi varian B1617. Suasana ruang isolasi khusus RSPI Prof Dr. Sulianti Saroso. Perempuan 38 tahun asal India masih diisolasi di RSPI Jakarta usai sampel yang diambil sejak 22 April lalu menunjukkan dia membawa kasus mutasi varian B1617. Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan Warga Negara Asing (WNA) asal India yang membawa kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1617 di Indonesia, saat ini tengah menjalani masa pemulihan dan isolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Warga asal India itu diketahui merupakan seorang wanita berusia 38 tahun yang sempat berada di DKI Jakarta. Adapun sampel alias spesimen nasofaring dan orofaringnya diambil sejak 22 April lalu.

"Saat ini WNA tersebut kondisinya stabil, sehat, dan dirawat di RSPI untuk proses isolasi," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Selasa (4/5).


Sementara satu kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1617 lainnya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 32 tahun yang saat ini terpantau dalam keadaan sehat, dan tengah berproses untuk dilakukan penelurusan kontak erat.

Sedangkan untuk satu kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1351 yang dibawa oleh salah seorang warga saat ini masih dilakukan kajian epidemiologis secara menyeluruh. Sebab, diketahui pria berusia 48 tahun itu telah meninggal dunia pada 16 Februari lalu.

"Kasus ini sebenarnya sudah jauh sekali di bulan Januari, dan yang bersangkutan sudah meninggal di 16 Februari. Kita sedang menganalisa dari segi epidemiologinya, apakah dari laporan yang ada terjadi peningkatan dan risiko-risiko terkait penularan pada saat kasus ini tentunya baru dikonfirmasi," jelasnya.

Dengan temuan serangkaian kasus varian itu, Nadia mengatakan saat ini secara keseluruhan sudah ada 13 kasus dari varian B117, dua kasus B1617, dan satu kasus B1617.

Untuk B117, rinciannya dua kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Arab Saudi asal Kabupaten Karawang. Kemudian satu PMI Arab Saudi dari Balikpapan, selanjutnya PMI dari Ghana transit di Qatar dan asal Kota Bogor, serta satu PMI dari Arab Saudi.

Sementara delapan kasus B117 lainnya diduga merupakan transmisi lokal yang tersebar di Karawang, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, hingga Kalimantan Selatan.

"Kita menduga sudah adanya transmisi lokal, seperti di kabupaten Karawang, provinsi Sumatera Selatan, provinsi Sumatera Utara, serta Kalimantan Selatan," pungkasnya.

Kabar temuan varian virus corona baru itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Senin (3/5) kemarin, Budi menyebut dua kasus mutasi virus SARS-CoV-2 asal India B1617 telah teridentifikasi di DKI Jakarta, sementara satu kasus temuan varian B1351 asal Afrika Selatan ditemukan di Bali.

Dengan temuan itu, Budi meminta pemerintah daerah dan juga masyarakat bersinergi dalam mengendalikan pandemi covid-19 secara bersama-sama. Sebab, kedua varian baru ini menjadi mutasi virus corona yang saat ini tengah menjadi perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO) akibat tingkat penularannya yang dinilai masif dan cepat.

(khr/gil)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK