H-1 Larangan Mudik: Cikampek Normal, Stasiun Gambir Sepi

CNN Indonesia | Rabu, 05/05/2021 14:10 WIB
Jalan Tol Jakarta-Cikampek masih normal sehari jelang larangan mudik lebaran 2021, sementera itu Stasiun Gambir, Jakarta Pusat sepi penumpang. Jalan Tol Jakarta-Cikampek masih normal jelang larangan mudik lebaran 2021. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia --

Situasi arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek relatif masih normal jelang larangan mudik lebaran yang berlaku mulai 6 sampai 17 Mei 2021.

Berdasarkan laporan CNNIndonesia TV, hingga Rabu (5/5) pagi, jalur tol Jakarta Cikampek didominasi kendaraan pribadi dan truk.

Situasi lalu lintas juga cenderung normal lantaran pengemudi dapat memacu kendaraannya cukup kencang.


"Jumlah kendaraan yang berasal dari arah Jakarta terhitung normal, sehingga laju kendaraan-kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun truk cukup memacu kecepatan kendaraannya," demikian laporan CNNIndonesia TV, Rabu (5/5).

Selain itu, dari laporan tersebut, jumlah kendaraan di beberapa titik rest area juga tergolong sepi. Di rest area KM 57 saja, kapasitas masih kurang dari 50 persen kapasitas maksimal.

"Pengunjung atau pengendara terpantau normal. Karena beberapa waktu lalu, volume kendaraan di rest area ini untuk kendaraan kecil sekitar 100 kendaraan dan kendaraan besar seperti bus atau truk sekitar 83 kendaraan," tuturnya.

PT Jasa Marga memprediksi sebanyak 593.185 kendaraan keluar Jabodetabek melalui gerbang tol utama pada periode 6-12 Mei 2021 atau H-7 sampai dengan H-1 Idul Fitri.

Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas dari beberapa gerbang tol Utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur). Jumlah ini turun sekitar 35 persen dari lalu lintas normal.

Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Atika Dara Parahita mengatakan pihaknya memprediksi bahwa puncak arus lalu lintas kendaraan meninggalkan Jabodetabek akan terjadi pada 11 Mei 2021 sebesar 109.327.

Pihaknya juga memprediksi peningkatan volume lalu lintas sebelum berlakunya periode larangan mudik Lebaran 2021.

"Kami juga memprediksi adanya peningkatan volume lalin pada masa pengetatan mudik yang jatuh pada hari Rabu, 5 Mei 2021, dengan jumlah 138.508 kendaraan yang meninggalkan Jabotabek," ujar Atika.

Stasiun Gambir sepi dari lalu lalang penumpang jelang larangan mudik lebaran 2021Foto: CNN Indonesia/ Yogi Anugrah
Stasiun Gambir sepi dari lalu lalang penumpang jelang larangan mudik lebaran 2021

Stasiun Gambir Sepi

Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, terpantau sepi dari lalu lalang penumpang jelang pemberlakuan larangan mudik lebaran 2021.

Pantauan CNNIndonesia.com sejak pukul 09.50 hingga pukul 10.30 WIB, tak banyak penumpang yang datang ke stasiun tersebut.

Di pintu keberangkatan, hanya tampak belasan penumpang yang tengah menunggu jadwal keberangkatan kereta. Mereka duduk di kursi-kursi yang telah disediakan.

Situasi lengang juga terlihat di lokasi tes antigen dan GeNose. Hanya tampak beberapa penumpang yang tengah menunggu giliran untuk menjalani tes sebagai syarat perjalanan.

Beberapa dari penumpang yang telah selesai tes terlihat langsung menuju ke ruang tunggu keberangkatan, namun ada juga yang terlihat keluar dari area stasiun.

Kepala Humas Daerah Operasi Kereta Api Indonesia I Jakarta, Eva Chairunnisa mengatakan hingga Rabu (5/5), ada 17 perjalanan kereta dari Stasiun Gambir dengan total sekitar 5.500 tempat duduk yang disediakan.

Beberapa hari terakhir, rata-rata penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir tercatat sekitar 4.000 penumpang.

"Untuk hari ini, Gambir sekitar 5.000,"kata Eva kepada CNNIndonesia.com.

Eva mengatakan dengan tidak adanya penambahan perjalanan kereta, dapat dipastikan tidak akan terjadi lonjakan volume penumpang dalam jumlah yang tinggi hari ini.

"Gambir 17 (perjalanan KA), jadi kalau ada peningkatan, pasti tidak melonjak signifikan. Karena ketersediaan tempat duduk sama," ujar Eva.

Periode larangan mudik lebaran akan mulai berlaku besok, Kamis 6 hingga 17 Mei mendatang. Pemerintah mengambil kebijakan ini guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Presiden Joko Widodo juga telah mengingatkan aktivitas pada mudik lebaran tahun lalu menyebabkan lonjakan kasus positif Covid-19. Ia tak ingin hal serupa terulang pada mudik lebaran tahun ini.

(dmi/yoa/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK