BNPB: Badai Covid di India Peringatan untuk Indonesia

BNPB, CNN Indonesia | Jumat, 07/05/2021 11:21 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo meminta agar badai Covid-19 di India dijadikan peringatan untuk mematuhi pelarangan mudik yang dikeluarkan pemerintah belum lama ini. Kepala BNPB Doni Monardo meminta agar badai Covid-19 di India dijadikan peringatan untuk mematuhi pelarangan mudik yang dikeluarkan pemerintah belum lama ini. (Foto: REUTERS/DANISH SIDDIQUI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi Covid-19 belum terlihat akan berakhir. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di dunia.

India saat ini tengah menghadapi gelombang tsunami Covid-19. Peningkatan kasus positif terjadi begitu pesat, hingga tak sebanding dengan sumber daya yang dimiliki. Rumah-rumah sakit di India disebut menolak pasien karena kehabisan tempat tidur dan oksigen.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta agar peristiwa di India dijadikan peringatan untuk mematuhi pelarangan mudik yang dikeluarkan pemerintah belum lama ini.


Di Indonesia sendiri, data menunjukkan lonjakan kasus positif tak lama berselang usai momen hari raya. Lewat kebijakan peniadaan mudik, pemerintah mengajak masyarakat untuk mudik secara virtual dengan memanfaatkan teknologi.

"Covid-19 belum berakhir, lindungi keluarga, jangan mudik dulu," ujar Doni.

Menurutnya, seberapa banyak jumlah ketersediaan tempat tidur, tenaga kesehatan, dan rumah sakit di Indonesia tidak akan mencukupi jika terjadi lonjakan kasus yang disebabkan oleh mobilitas penduduk. Terlebih, jika kegiatan mobilitas dilakukan bersamaan dalam jumlah masif.

"Kenapa tidak boleh mudik karena manusia menjadi perantara membawa virus Covid dari satu daerah ke daerah lainnya," kata Doni.

Doni menegaskan, tidak mudik ke kampung halaman merupakan wujud kasih terhadap orang tua dan kerabat. Selain tidak mudik, masyarakat juga didorong untuk terus #ingatpesanibu terkait penerapan protokol kesehatan, termasuk bagi kelompok yang telah menerima vaksinasi.

"Yang berbahaya adalah mereka yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG)," tambahnya.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK