Bobby Klaim Data Edy soal Karantina di Hotel Tak Sesuai Fakta

CNN Indonesia | Kamis, 06/05/2021 22:20 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution memprotes Gubernur Edy Rahmayadi lantaran ada ketidaksesuaian data soal WNI yang masih menjalani karantina di hotel. Wali Kota Medan Bobby Nasution mengklaim Gubernur Edy Rahmayadi sempat menyebut tak ada lagi WNI yang dikarantina di hotel di Medan. (Foto: CNN Indonesia/ Farida)
Medan, CNN Indonesia --

Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mengaku memprotes informasi soal karantina di hotel di kotanya lantaran ada perbedaan pernyataan Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi dengan fakta di lapangan.

Sebelumnya, Bobby memprotes Pemprov Sumut lantaran tak diinformasikan soal data rinci lima hotel yang jadi tempat karantina WNI yang datang dari luar negeri via Bandara Kualanamu, Sumut.

Edy kemudian merespons bahwa pihaknya melibatkan semua unsur dalam penanganan Covid-19 yang dilakukan di Medan, termasuk pihak Pemkot. Ia pun meminta Bobby lebih aktif. Jika tidak tahu, dia meminta Bobby bertanya pada Tuhan.


Menanggapi hal itu, Bobby mengklaim Edy, via sambungan telepon, sempat mengatakan bahwa sejak 1 Mei 2021 tidak ada lagi yang isolasi di hotel. Setelah dicek, pihaknya menemukan masih ada hotel yang menjadi tempat isolasi.

"Lah itu makanya kemarin kami kan menanyakan di mana karantinanya. Dikatakan, kemarin yang tanggal 1 Mei [karantina] di hotel sudah tidak ada. Cuma kita cek rupanya masih ada," kata dia, ditemui di Medan, Kamis (6/5).

"Kemarin saya langsung dengar via telepon Pak Gubernur dengan Dinkes mengatakan tanggal 1 Mei kemarin sudah tidak ada [yang dikarantina] di hotel. Tapi kita cek ternyata masih. Nah, ini sebenarnya yang kami pertanyakan," lanjut dia.

Karena itu, Bobby meminta agar Edy Rahmayadi memberitahunya. Sehingga, personel dari Pemkot Medan bisa membantu menjalankan penerapan protokol kesehatan di hotel-hotel terkait.

"Kalau memang itu masih [digunakan untuk karantina], izinkan juga personel kami untuk membantu yang di sana yang ada di hotel hotel. Karena apa tadi? Ini keluarga WNI yang datang ke hotel kan enggak mungkin dihalangi ketemu keluarganya," tuturnya.

"Dalam satu hotel [misal] ada seratusan WNI. Kalau masing-masing keluarganya dua saja, dua kali seratus, sudah 200 dalam satu hotel saja. Ini gimana prokesnya," ujar dia.

Pemungutan suara Pilkada 2020 telah digelar 9 Desember 2020, dan perhitungan cepat (quick count) pun telah keluar pada sore harinya.Pemungutan suara Pilkada 2020 telah digelar 9 Desember 2020, dan perhitungan cepat (quick count) pun telah keluar pada sore harinya. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)

Bobby mengaku hanya ingin menginformasikan ke masyarakat bagaimana perkembangan Covid-19 di Medan, termasuk lokasi-lokasi yang berpotensi jadi area penularan Corona.

"Karena hotel tadi menjadi tempat karantina itukan masyarakat belum tau tiba-tiba ada yang menginap di situ. Bagaimana jika pada saat sahur buka puasa kalau gabung sama WNI seperti apa,"

"Belum lagi dapat keluhan keluarga dari WNI yang hadir di hotel-hotel tersebut. ini kan harus ada penangananya," tandas Bobby, yang juga merupakan menantu Presiden Jokowi.

Sebelum kasus informasi karantina ini, Edy, yang diusung oleh PKS, Partai Gerindra, Partai Hanura, PAN, Partai NasDem, Partai Golkar di Pilkada Sumut 2018, dan Bobby, yang diusung oleh PDIP, Gerindra, PAN, Golkar, PPP, Masdem, PSI, Hanura di Pilkada Medan 2020, sempat terlibat adu opini terkait kerumunan di Kesawan City Walk.

Edy sempat menegur Bobby dalam rapat lantaran memberi izin pada keramaian di lokasi itu. Pada akhirnya, pusat nongkrong di Medan itu ditutup jelang Lebaran.

(fnr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK