Tak Juga Dapat GeNose, Walkot Makassar Ancam Copot Anak Buah

CNN Indonesia | Jumat, 07/05/2021 01:21 WIB
Wali Kota Makassar Ramadhan Pomanto mengaku bakal mencopot pejabat pengadaan barang jika tak juga memesan alat tes GeNose dalam sepekan. Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto kecewa tak juga mendapat alat tes GeNose. (Foto: ANTARA/ARNAS PADDA)
Makassar, CNN Indonesia --

Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Moh. Ramdhan Pomanto mengaku kecewa pada keterlambatan pengadaan alat tes Covid-19 GeNose. Ia pun mengancam akan mencopot pejabat terkait. 

Rencananya, Pemkot Makassar melakukan pengadaan 1.000 alat tes GeNose. Alat tes yang memanfaatkan hembusan uap nafas ini sendiri diragukan akurasinya oleh sejumlah ahli dalam mendeteksi Covid-19.

"Alat GeNose belum ada. Saya kecewa sekali, karena sudah dari sebulan lalu diajukan. Dananya sudah ada, tapi belum di-order," kata dia, yang akrab dipanggil Danny Pomanto itu, Kamis (6/5).


Alasannya, kata Danny, tim pengadaan barang Pemkot Makassar takut melakukan kesalahan dalam pengadaan. Padahal, kata dia, pihaknya telah melakukan konsultasi persetujuan barang melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

"Alasannya takut, sudah konsultasi ke LKPP. Sudah ada cover-cover-nya. Jadi, saya tidak tahu takut ini atau takut apa. Kalau tidak jalan minggu depan saya akan ganti orangnya," cetus dia.

Menurutnya, keberadaan tes GeNose ini akan mempermudah penanganan pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kondisi saat ini sudah gawat orang, kita butuhkan sekali, tapi tidak ada jalan. Kemungkinan saya akan ganti tim pengadaan," jelasnya.

Ia juga menilai tim pengadaan barang dan jasa Apartur Sipil Negara (ASN) lingkup pemkot tidak jalan dan belum memahami kebutuhan yang mendesak. Padahal, atanya, pengadaan alat ini sudah masuk dalam program prioritas Makassar Recover untuk penanganan Covid-19.

Oleh karena itu, Danny tidak akan ragu untuk mengatur ulang (resetting) tatanan birokrasi pemerintahan agar seluruh program bisa berjalan beriringan, termasuk penanganan Covid-19 serta masalah lainnya yang ada di Kota Makassar.

"Karena inilah teman-teman rasakan. Seksinya lain, kasubag-nya juga lain. Jadi saya bilang kehancuran birokrasi yang harus di-resetting," tuturnya.

Diketahui, Pemkot Makassar telah mengajukan pengadaan barang 1.000 alat pendeteksi COVID-19, GeNose yang dikembangkan ahli Universitas Gajah Mada (UGM) dalam hal membantu program penanganan pandemi melalui Makassar Recover.

Alat GeNose ini rencananya akan digunakan untuk melakukan tes dan telusur di seluruh kelurahan, hingga RT-RW di Kota Makassar.

(mir/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK