Korupsi JKN Rp2.8 M, Eks Bendahara Puskesmas di Medan Ditahan

CNN Indonesia | Minggu, 09/05/2021 10:31 WIB
Kejari Medan menahan mantan Bendahara Puskesmas Glugur Darat, EW (35), sebaga tersangka kasus dugaan korupsi dana JKN. Tersangka korupsi dana JKN di Puskesmas Glugur Darat, Medan, EW (kanan), tengah diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri. (CNN Indonesia/ Farida)
Medan, CNN Indonesia --

Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menahan mantan Bendahara Puskesmas Glugur Darat berinisial EW (35), karena menjadi tersangka kasus dugaan korupsi.

Dia diduga pengelolaan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun 2019 yang merugikan negara Rp2.8 miliar.

"Benar, tersangka ditahan di Rutan Wanita Tanjung Gusta Medan untuk dilakukan pengembangan penyidikan. Penahanan dilakukan setelah tersangka menjalani rapi antigen di rumah sakit," kata Kepala Kejaksaan Negeri Medan Teuku Rahmatsyah, Sabtu (8/5).


Teuku Rahmatsyah menyebutkan penyidik sempat menggeledah kediaman tersangka EW di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Penggeledahan berlangsung dengan disaksikan langsung oleh tersangka EW beserta kuasa hukum tersangka.

"Tersangka EW dipanggil secara patut ke Kejaksaan Negeri Medan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Selanjutnya Tim Penyidik menuju ke rumah tersangka EW dalam rangka penggeledahan untuk menemukan sejumlah benda dan dokumen yang berkaitan dengan perkara dugaan tipikor tersebut," kata Rahmatsyah.

Penyidik pidana khusus Kejari Medan menetapkan EW sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana kapitasi JKN Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 2.789.533.186.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan melakukan penahanan terhadap eks Bendahara Puskesmas Glugur Darat berinisial EW (35).Penyidik Kejari Medan menahan tersangka kasus korupsi dana JKN Puskesmas Glugur Darat, EW (kanan). (CNN Indonesia/ Farida)

Penetapan tersangka berdasar Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Negeri Medan Nomor: 02/L.2.10/Fd.2/01/2021 tanggal 4 Februari 2021. Setelah penyidik selesai melengkapi berkas perkara tersangka, penyidik segera melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.

(fnr/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK