Ketua Satgas Kenang Antrean Ambulans Kala Covid Melonjak

BNPB, CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 11:19 WIB
Lonjakan kasus positif Covid-19 di Wisma Atlet itu terjadi pada periode Agustus-September, usai libur panjang Hari kemerdekaan hingga Maulid Nabi 2020. Lonjakan kasus positif Covid-19 di Wisma Atlet itu terjadi pada periode Agustus-September, usai libur panjang Hari kemerdekaan hingga Maulid Nabi 2020. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo kembali menegaskan bahwa berbagai upaya penanganan dan pengendalian Covid-19 yang terus dijalankan tanpa mengenal kata lengah.

Selain penyebarannya sangat cepat, virus itu juga dapat menyebabkan kematian. Doni mengungkapkan hal itu dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jambi di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (6/5) lalu.

Di hadapan seluruh peserta rapat termasuk Pj. Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Murni dan anggota DPR RI Komisi VIII Hasan Basri Agus, Doni kemudian mengingat ketika kasus Covid tiba-tiba melonjak di Jakarta jelang akhir tahun lalu, menggambarkan suasana yang langsung berubah panik.


"Di Jakarta terutama pada bulan Agustus-September tahun lalu, RSDC Wisma Atlet itu tiba-tiba kedatangan pasien yang jumlahnya ratusan orang sehari, sehingga ambulans harus antre masuk ke kawasan Wisma Atlet," ungkap Doni.

Saat itu, lanjutnya, kasus positif Covid-19 memang meningkat sangat signifikan, sebagai imbas dari libur panjang Hari kemerdekaan hingga Maulid Nabi 2020.

Belajar dari pengalaman tersebut, Doni meminta agar semua komponen dalam rakor untuk tetap menjaga performa penanganan dan pengendalian Covid dan tidak menganggap enteng virus yang telah merebak selama hampir dua tahun itu.

Langkah selanjutnya yang juga tak boleh diabaikan, adalah #ingatpesanibu untuk menerapkan protokol kesehatan yang sesuai, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, serta mengurangi mobilitas.

"Kita jangan lengah, kita jangan anggap enteng Covid-19 ini. Covid-19 ini kasusnya tiba-tiba meledak nanti kalau kita tidak hati-hati," ujar Doni.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK