Tidak Mudik, Bentuk Penghargaan Terhadap Sesama

BNPB, CNN Indonesia | Sabtu, 08/05/2021 10:58 WIB
Masyarakat yang bersikeras mudik akan meningkatkan potensi penyebaran Covid-19, sehingga tidak mudik menjadi wujud penghargaan terhadap sesama. Masyarakat yang bersikeras mudik akan meningkatkan potensi penyebaran Covid-19, sehingga tidak mudik menjadi wujud penghargaan terhadap sesama. (Foto: CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari raya Idul Fitri 1442 H semakin dekat. Dalam hitungan hari, umat Islam akan merayakan momen kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan.

Jika biasanya Idul Fitri dirayakan dalam kegembiraan bersama keluarga, maka tahun ini masyarakat diimbau untuk bersabar dan 'mudik' secara virtual dengan memanfaatkan teknologi.

"Kenapa tidak boleh mudik karena manusia menjadi perantara membawa virus Covid dari satu daerah ke daerah lainnya," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.


Masyarakat yang bersikeras mudik akan meningkatkan potensi penyebaran Covid-19. Sehingga, tidak mudik menjadi wujud penghargaan terhadap sesama, terlebih bagi orang tua dan kerabat di kampung halaman.

"Terutama saudara-saudara kita yang sudah lanjut usia, kakek, nenek, bahkan orang tua kita. Jangan sampai kita menjadi pembawa virus mematikan ke kampung halaman pada Lebaran ini," ucap Doni.

Doni menegaskan, mudik atau bepergian dari atau menuju daerah dengan kasus Covid-19 yang masih tinggi artinya sama saja membawa virus yang penularannya sangat cepat dan kerap tak terdeteksi.

Selain mengurangi mobilitas, masyarakat juga diharapkan berdisiplin #ingatpesanibu untuk memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak. Satgas Penanganan Covid-19 juga terus melakukan testing dan tracing untuk menjaring kasus baru sebelum terlambat sehingga perawatan dapat dilakukan sedini mungkin.

"Covid-19 belum berakhir, lindungi keluarga, jangan mudik dulu," kata Doni.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK