56 Orang Positif, Perumahan di Pati Jadi Klaster Covid

CNN Indonesia | Minggu, 09/05/2021 18:38 WIB
Perumahan di Pati, Jawa Tengah menjadi klaster penularan Covid-19 setelah 56 warganya dinyatakan positif terpapar virus corona. Ilustrasi Kabupaten Pati. (Antara Foto/ Yusuf Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah memperketat akses masuk ke Perumahan RSS Sidokerto, Kecamatan Kota, setelah 56 warga perumahan terpapar Covid-19. Perumahan tersebut menjadi klaster baru penularan Covid di Pati.

Dari 56 warga yang terpapar Covid-19, lima diantaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

"Untuk saat ini, sebagian besar warga yang dinyatakan positif tanpa gejala sudah menjalani isolasi," kata Bupati Pati Haryanto di Pati, seperti dikutip Antara, Minggu (9/5).


Haryanto merinci lima warga yang menjalani perawatan di rumah sakit. Satu orang dirawat di Rumah Sakit Fastabiq, satu orang di RSUD Soewondo, dua orang di Rumah Sakit Kariadi dan seorang lagi di RS Mardi Rahayu Kudus.

Penularan Covid-19 di Perumahan Sidokerto di Desa Sidokerto, Kecamatan Kota Pati itu, berawal dari jamaah Salat Tarawih yang diduga imamnya sakit batuk tanpa memakai masker, kemudian ada pendingin ruangan sehingga saf paling depan dan kedua yang paling banyak hasil tes usap tenggorokan (swab) positif.

Menurut Haryanto, awalnya ada tiga orang yang positif, kemudian dikembangkan lagi ada tujuh orang, dan bertambah lagi 20 orang dan terbaru ada tambahan 26 orang yang terkonfirmasi positif.

Hingga Sabtu (8/5), sudah ada sekitar 220-an warga di lingkungan sekitar yang dites usap Covid-19. Hasilnya hingga kini tercatat ada 56 orang yang dinyatakan positif.

Untuk mengantisipasi penularan, aparat membatasi akses Perumahan RSS Sidokerto dan menjaga ketat warga yang keluar masuk.

"Bagi warga yang menjalani isolasi di rumah keluarganya, dibantu sembako baik dari Pemkab Pati juga ada bantuan dari warga sekitar. Pemkab Pati menjamin suplai obat dan makanan. Bagi warga yang menjalani perawatan di rumah sakit dimotivasi karena urusannya tim medis," ujarnya.

(Antara/ugo)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK