PPKM Mikro 30 Provinsi Diperpanjang Usai Masa Larangan Mudik

CNN Indonesia | Senin, 10/05/2021 14:21 WIB
Pemerintah berencana memperpanjang kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala mikro (PPKM Mikro) usai masa pelarangan mudik Idul Fitri. Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto menyebut PPKM Mikro diperpanjang usai lebaran. (Foto: cnnindonesia/adhiwicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah berencana memperpanjang kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala mikro (PPKM Mikro) usai masa pelarangan mudik Idulfitri.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto menyebut PPKM Mikro edisi kedelapan ini akan diikuti oleh 30 provinsi.

"Dengan cakupan tetap di 30 provinsi, 18-31 Mei, periode dua minggu dari pascamudik Hari Raya Lebaran," kata dia, dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, disiarkan langsung kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (10/5).


Airlangga menyampaikan mobilitas warga meningkat beberapa waktu terakhir, terutama di sektor ritel. Dia menyebut hanya D.I. Yogyakarta, Bali, dan Kepulauan Riau yang menunjukkan mobilitas rendah.

Ketua Umum Partai Golkar itu juga menyebut jumlah kasus Covid-19 mengalami peningkatan di sejumlah daerah. Dia menyoroti peningkatan jumlah kasus di 11 provinsi.

"Dari 30 provinsi yang melaksanakan PPKM Mikro, 11 provinsi mengalami tambahan konfirmasi harian 5 provinsi yang meningkat cukup tajam, yaitu Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Aceh, dan Kalimantan Barat," ujarnya.

Selain perpanjangan PPKM Mikro, pemerintah juga mempersiapkan fasilitas kesehatan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pascamudik.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut ada 70 ribu tempat tidur isolasi dan 23 ribu tempat tidur ICU yang siap digunakan untuk perawatan pasien Covid-19.

"Kita tidak mengharapkan yang akan masuk rumah sakit akan naik dua kali lipat, tapi sebagai informasi, kita sudah menyiapkan kapasitas 65 ribu atau sekitar 70 ribuan, yang terisi 23 ribuan. Jadi masih ada room," ucap Budi.

Pemerintah menerapkan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Presiden Jokowi menyebut kebijakan itu guna mencegah lonjakan kasus Covid-19 seperti di negara lain.

Menurutnya, Indonesia selalu mengalami peningkatan jumlah kasus Covid-19 usai libur panjang. Dia menyebut jumlah kasus Covid-19 di Indonesia meroket 93 persen setelah masa mudik Idulfitri tahun lalu.

(dhf/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK