Klaster Covid Jelang Lebaran: Tarawih hingga Jenguk Bayi

CNN Indonesia | Senin, 10/05/2021 09:28 WIB
Sejumlah klaster penularan covid-19 bermunculan jelang perayaan Lebaran pekan ini, mulai dari klaster tarawih, jenguk bayi, hingga di perumahan. Ilustrasi. Salat tarawih di tengah pandemi. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Klaster penyebaran virus corona (covid-19) mulai bermunculan kembali di Indonesia jelang hari raya Lebaran yang jatuh pekan ini.

Dalam beberapa kasus, mayoritas penularan terjadi usai sebagian warga menghadiri atau mengadakan pertemuan dengan kontak puluhan orang.

CNNIndonesia.com telah merangkum beberapa klaster covid-19 yang terjadi di Indonesia selama sebulan terakhir, sebagaimana berikut:


1. Klaster Tarawih

Klaster tarawih belakangan ini terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Teranyar, sebanyak 38 warga di Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi terjangkit covid-19 yang diduga dari klaster salat tarawih.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Widji Lestariono mengatakan, enam orang warga di antaranya telah meninggal dunia. Temuan kasus itu bermula saat Dinkes menemukan satu kasus warga terkonfirmasi positif corona yang kerap beribadah di masjid di Dusun Yudomulyo.

Selanjutnya, klaster tarawih juga terjadi di DI Yogyakarta. Sebanyak 22 warga Kelurahan Murtigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul terkonfirmasi positif virus corona bermula dari seorang warga yang tetap salat tarawih berjemaah meskipun memiliki gejala mirip Covid-19.

Kemudian, klaster penularan covid-19 serupa juga terjadi di Banyumas, Jawa Tengah. Sebanyak 45 warga setempat terpapar covid-19 yang diduga kuat berasal dari penularan seorang warga yang sedang sakit, namun nekat ke musala untuk salat Tarawih pada awal ramadan.

2. Klaster Pernikahan

Sebanyak 112 warga Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat terinfeksi virus corona buntut acara pernikahan yang digelar warga setempat di barak perkebunan kelapa sawit di Desa Tapang Semadak pada April lalu. Dari jumlah itu, tiga orang di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius menyebut temuan ratusan warga terinfeksi Covid-19 itu didapat dari penelusuran kontak di tiga desa, yakni Desa Tapang Semadak, Merapi, dan Engkersik.

Dari temuan itu, seluruh warga yang positif menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekadau untuk yang bergejala sedang-berat, sementara yang bergejala ringan dan tanpa gejala dirawat di rumah singgah covid-19 Kabupaten Sekadau.

Berlanjut ke halaman berikutnya ....

Ponpes Hingga Perumahan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK