UPDATE CORONA 11 MEI

Rangkuman Covid: 247 Tambahan Kasus Kematian, 12 Zona Merah

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 18:44 WIB
Tambahan kasus kematian karena covid-19 berjumlah 247. Di sisi lain 12 daerah masuk dalam zona merah Covid-19. Hari ini kasus kematian karena covid-19 bertambah 247 kasus. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia belum juga mereda. Kasus positif dan kematian masih bertambah dari hari ke hari, meskipun pasien sembuh juga meningkat.

Setelah sempat menurun, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia berangsur kembali naik beberapa hari ini. Per hari ini, Selasa (11/5), jumlah kasus positif bertambah 5.021, sehingga totalnya menjadi 1.723.596 kasus.

Sementara kasus kematian hari ini bertambah 247 kasus sehingga total kematian karena covid berjumlah 47.465 kasus.


Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, termasuk melarang segala aktivitas mudik, baik perjalanan jarak jauh hingga lokal di kawasan aglomerasi selama periode 6-17 Mei 2021.

Namun, larangan tersebut tak membuat warga gentar untuk pulang ke kampung halaman jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Setidaknya lebih dari 40 ribu kendaraan diputar balik hingga kemarin.

CNNIndonesia.com mencoba merangkum data kejadian yang berhubungan dengan penularan Covid-19 di Indonesia selama 24 jam terakhir. Berikut catatannya.

Majalengka Zona Merah di Pulau Jawa

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menjadi satu-satunya wilayah zona merah alias risiko tinggi penularan virus corona di Pulau Jawa.

Selain Majalengka, beberapa daerah yang masuk zona merah Covid-19, antara lain Kota Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hulu, Riau; Kabupaten Lembata dan Kabupaten Sumba Timur, NTT.

Kemudian, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat; Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara; Kota Palembang, Sumatera Selatan; Kabupaten Batanghari, Jambi; serta Kabupaten Tabanan, Bali.

Istiqlal Tak Gelar Salat Ied

Masjid Istiqlal kembali tak menggelar Salat Idulfitri 1442 H secara berjamaah bagi masyarakat pada lebaran tahun ini. Hal ini dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Info terakhir, tahun ini Istiqlal tidak melaksanakan [salat] Idulfitri," kata Wakil Ketua bidang Penyelenggara Peribadatan Masjid Istiqlal Abu Hurairah memastikan dalam keterangannya, Selasa (11/5).

Atas kondisi itu, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar meminta maaf kepada para jemaah dan pencinta Masjid Istiqlal.

"Kami mohon maaf kepada segenap jemaah dan saudara, simpatisan, pecinta Masjid Istiqlal, mudah-mudahan insyaallah Iduladha nanti keadaan sudah lebih baik, maka kita akan buka untuk umum," kata Nasaruddin.

Indonesia Bisa Seperti India

Potensi kasus Covid-19 di Indonesia disebut bisa menyerupai India. Hal ini diungkap Satgas Covid-19. Menurut mereka hal ini bisa terjadi jika masyarakat tetap memaksa mudik ke kampung halaman dan melakukan silaturahmi secara fisik.

Juru Bicara Satgas, Wiku Adisasmito mengatakan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia belum sepenuhnya terkendali. Menurutnya, mobilitas warga dalam jumlah massal sangat berpotensi melahirkan transmisi Covid-19 secara luas.

Pemudik Tes Antigen

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memastikan seluruh hasil pemeriksaan acak terhadap warga di pos penyekatan mudik dilakukan menggunakan rapid test antigen. Jika hasilnya positif Covid-19, merka akan melakukan tes swab PCR.

"Tet awalnya screening rapid test antigen, konfirmasi dengan PCR, dan dilakukan 2 kali sampai negatif," kata Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K. Ginting.

Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). Petugas gabungan memutar balikan ribuan pemudik yang melintasi pos penyekatan perbatasan Bekasi -Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras.Foto: ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). Petugas gabungan memutar balikan ribuan pemudik yang melintasi pos penyekatan perbatasan Bekasi -Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras.

Sinopharm Masuk Daftar Penggunaan Darurat

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan untuk memasukkan vaksin Sinopharm ke daftar penggunaan darurat mengatasi Covid-19. Vaksin Sinopharm diproduksi oleh Beijing Bio-Institute of Biological Products Co Ltd, anak perusahaan China National Biotec Group (CNBG).

1,2 Juta Warga Tinggalkan DKI

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkapkan 1,2 juta warga tercatat keluar DKI sebelum dan pada masa periode pengetatan dan larangan mudik, baik lewat jalur udara maupun darat. Periode pengetatan berlaku 14 hari sebelum larangan mudik dimulai pada 6-17 Mei 2021.

"Diperkirakan jumlah masyarakat Jakarta yang keluar dari Jakarta sekitar kurang lebih 1,2 juta," kata dia, di Polda Metro Jaya, Selasa (11/5).

Fadil mengaku langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka antisipasi arus balik nanti.

Data Covid-19 RI 11 Mei 2021

Data harian yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan ada penambahan kasus Covid-19 sebanyak 5.021 kasus pada hari ini, Senin (11/5).

Sementara untuk pasien sembuh terdapat penambahan sebanyak 5.592 orang, dan kasus kematian bertambah 247 orang.

Sehingga secara kumulatif, sebanyak 1.723.596 orang dinyatakan positif virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 1.580.207 orang dinyatakan pulih dan 7.465 orang lainnya meninggal dunia.

(tst/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK