Kasus Penularan Covid Usai Pijat-Kerokan di Jogja Meluas

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 18:06 WIB
Kini jadi ada 29 orang yang positif Covid-19. Bertambah 19 dari hari sebelumnya. Ilustrasi tenaga kesehatan khusus penanganan virus corona (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Kasus penularan virus corona (Covid-19) i wilayah RT 56 di RW 12 Kelurahan Wirobrajan, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta semakin meluas. Diduga bermula dari pijat dan kerokan bareng antar warga yang masih memiliki hubungan keluarga besar.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyebut jumlah kasus bertambah seiring keluarnya hasil tes antigen sejumlah orang yang menjalin kontak dengan pasien Covid-19.

Dengan hasil pemeriksaan terbaru, kini ada 29 pasien terkonfirmasi Covid-19 via tes PCR dan 9 kasus lewat tes antigen. Pada Senin kemarin (10/5), hanya 10 orang yang dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani tes PCR.


"(Rumahnya) sangat berdekatan, karena trah, makan bareng, buka bersama di sana tidak pakai masker, prokes dan sebagainya. Karena itu masih keluarga besar," kata Heroe di Ruang Sadewa, Balai Kota Yogyakarta, Selasa (11/5).

Heroe menjelaskan bahwa pihaknya gencar menelusuri kontak erat dan melakukan tes. Ada 39 orang yang baru saja dites rapid antigen dan 9 di antaranya positif. Mereka yang positif lalu menjalani tes swab PCR.

Jika ditotal, sejauh ini telah ada 80 orang yang diperiksa. Meski tidak semuanya positif Covid-19, namun mereka tetap harus menjalani isolasi.

"Yang 80 orang yang sudah masuk kontak erat ini sekarang juga kita minta untuk isolasi minimal 5 hari. Yang negatif antigen, di akhir 5 hari juga kita akan tes PCR juga. Apakah inkubasinya sudah lewat atau baru muncul kemudian," papar Heroe.

Dia mengatakan sejauh ini penyebab atau sumber penularan masih belum diketahui pasti. Mulanya ada satu wanita lanjut usai yang pertama kali dinyatakan positif Covid-19 lalu meninggal dunia.

Setelah itu, secara berturut-turut, warga sekitar yang juga masih memiliki hubungan darah mengalami gejala hingga dinyatakan positif Covid-19.

Mereka juga sempat mengadakan acara buka puasa bersama tanpa protokol kesehatan. Bahkan ada pula yang saling memijat dan kerokan satu sama lain.

"Pelaksanaan protokol kesehatan yang tidak maksimal di wilayah itu. Bahkan sempat ada acara buka bersama keluarga besar. Ada juga persoalan kepadatan rumah pemukiman kawasan tersebut," kata Heroe dalam keterangannya, Senin (9/5).

"Bahkan ada yang sempat pijat, atau kerokan satu sama lain karena mereka keluarga besar atau trah,"lanjutnya.

(kum/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK