Klaster Tarawih Naik, Satgas Minta Warga Sadar Zonasi Risiko

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 16:48 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan tarawih berjamaah hanya boleh dilakukan di zona kuning dan hijau alias wilayah penyebaran kasus virus corona rendah. Ilustrasi salat tarawih. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta warga secara pribadi giat mencari tahu zonasi RT/RW masing-masing agar kegiatan ibadah dapat berlangsung secara aman tanpa menciptakan transmisi virus corona baru di wilayahnya.

Pernyataan itu ia sampaikan menyusul temuan berbagai klaster tarawih yang dilaporkan terjadi di beberapa kabupaten/kota di Indonesia.

"Saya sangat menyayangkan munculnya klaster kegiatan ibadah di daerah. Oleh karena itu, saya meminta kepada masyarakat yang ingin melakukan ibadah untuk dapat memperhatikan zonasi risiko di tingkat RT masing-masing," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (11/5).


Wiku menjelaskan, kegiatan salat tarawih berjamaah hanya boleh dilakukan di zona kuning dan hijau alias wilayah penyebaran kasus virus corona rendah. Sementara zona merah dan oranye yang merupakan wilayah dengan risiko penyebaran tinggi dan sedang diminta tetap menjalankan ibadah berjamaah di rumah masing-masing.

Wiku juga mewanti-wanti bagi RT zona kuning dan hijau yang dipersilakan melaksanakan salat berjamaah harus mematuhi berbagai ketentuan yang telah ditetapkan. Seperti tidak melebihi kapasitas 50 persen. Menyediakan alat pengecek suhu, tidak diikuti lansia atau orang sakit yang baru sembuh, orang dari perjalanan jauh, serta wajib memakai masker dari awal datang sampai meninggalkan masjid.

"Selain itu, pastikan sebelum beribadah masyarakat dalam kondisi sehat. Jangan berkunjung ke rumah ibadah dalam kondisi sakit," kata dia.

Selain itu, Wiku juga Satgas covid-19 daerah mempersiapkan tenaga pengawas penerapan protokol kesehatan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Pengawasan khususnya di tempat ibadah untuk mencegah munculnya klaster," pungkas Wiku.

Klaster tarawih belakangan ini terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Teranyar, sebanyak 62 warga di Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi terjangkit covid-19 yang diduga dari klaster salat tarawih.

Selanjutnya, klaster tarawih juga terjadi di DI Yogyakarta. Sebanyak 22 warga Kelurahan Murtigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul terkonfirmasi positif virus corona dari klaster salat tarawih di masjid setempat.

Kemudian, klaster penularan covid-19 serupa juga terjadi di Banyumas, Jawa Tengah. Sebanyak 45 warga setempat terpapar covid-19 yang diduga kuat berasal dari penularan dari seorang warga yang sedang sakit, namun berangkat ke musala untuk melaksanakan salat tarawih pada awal Ramadan 1442 H.

Pun dilaporkan sebanyak 56 warga Perumahan RSS Sidokerto, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah terkonfirmasi positif Covid-19. Dari 56 warga yang terpapar Covid-19, lima di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

(khr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK