Risma Ingin ke Lokasi Konflik Papua, Tapi Jokowi Tak Izinkan

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 20:17 WIB
Meskipun tidak bisa mengunjungi secara langsung, Risma mengatakan pihaknya telah mengirimkan bantuan untuk disalurkan kepada warga yang menjadi korban konflik. Menteri Sosial Tri Rismaharini. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku tidak mendapatkan izin dari Presiden RI Joko Widodo untuk mengunjungi lokasi konflik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), khususnya di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak Papua.

Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan santunan kepada keluarga Bharatu (Anumerta) I Komang Wira Natha di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (11/5). I Komang merupakan putra daerah asal Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yang bergabung di Brimob Polda Sumsel dan mendapatkan penugasan di Papua. I Komang gugur ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) 27 April lalu.

"Saya tidak mendapatkan izin untuk menuju lokasi karena situasi konflik. Padahal saya ingin berkunjung ke sana, melihat masyarakat terdampak di sana. Berat situasi di sana. Sekolah terbakar, beberapa fasilitas pemerintah dibakar dan dirusak. Banyak warga kehilangan tempat tinggal," ujar Risma.


Meskipun tidak bisa mengunjungi secara langsung, kata Risma, Kementerian Sosial telah mengirimkan bantuan untuk disalurkan kepada warga yang terdampak oleh aktivitas KKB di Papua. Dirinya mewakili Presiden Jokowi pun menyampaikan bela sungkawa kepada para prajurit yang telah berjuang dan gugur saat bertugas di sana.

"Presiden menyampaikan bela sungkawa terhadap keluarga Bharatu I Komang. Ibu sekali lagi kami minta ibu tidak menyerah, karena putra ibu jadi kusuma bangsa yang sudah membantu negara kita," kata Risma kepada ibu I Komang, Wira Natha.

Mensos memberikan santuan kepada keluarga Bharatu (Anumerta) I Komang berupa uang tunai Rp15 juta serta bantuan pendidikan yang diterima langsung oleh Wira Natha, ibunda I Komang. Wira Natha mengungkapkan dirinya bangga kepada seluruh teman anaknya yang masih berjuang di Papua untuk melawan KKB.

"Terima kasih kepada pemerintah sudah mengevakuasi jenazah anak saya dan bisa dimakamkan dekat dengan keluarga. Sebagai ibu saya bangga teman-teman anak saya masih di sana. Saya doakan mereka bisa bertugas dengan baik dan selamat, menang melawan KKB," ujar dia.

I Komang Wira Natha merupakan warga Desa Tegal Besar, Kecamatan Belitang II, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Selain I Komang, dua anggota lainnya yakni Inspektur Satu Anton Tonapa dan Brigadir Kepala Syaifudin juga dilaporkan terkena tembakan.

Anton dilaporkan tertembak pada bagian punggung sedangkan Syaifudin pada bagian perut pada saat kontak senjata terjadi, Selasa 27 April pukul 08.00 WIT di sekitar Markas Lumawi, Kampung Makki, distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua.

(idz/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK