Pindad Klarifikasi, 25 Ribu Senjata Pesanan Kemhan untuk TNI

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 20:51 WIB
Pindad mengklarifikasi 25 ribu pucuk senjata api jenis SS2-V5 A1 pesanan Kementerian Pertahanan untuk prajurit TNI, bukan Komponen Cadangan. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke PT Pindad (Persero) di Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/11). (Foto: Dok. Humas Kementerian Pertahanan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose mengklarifikasi 25 ribu pucuk senjata api jenis SS2-V5 A1 yang dipesan Kementerian Pertahanan. Menurutnya, senjata itu untuk dipergunakan prajurit TNI, bukan untuk pelatihan Komponen Cadangan.

"Iya, betul. Untuk TNI," kata Abraham saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Selasa (11/5).

Abraham mengatakan semula pesanan itu memang diperuntukkan bagi pelatihan Komponen Cadangan. Namun, hal itu berubah dan senapan tersebut akan digunakan oleh prajurit TNI.


"Iya, awalnya [untuk Komponen Cadangan] seperti itu," kata Abraham.

Untuk saat ini, kata Abraham, seluruh pesanan senapan tempur ini telah rampung. Namun dia tak merinci kapan pesanan itu akan dikirim ke Kemhan untuk selanjutnya diserahkan ke TNI.

"Sudah selesai semua," kata Abraham.

Sebelumnya, Abraham dan Karo Humas Kemhan Marsma Penny kompak menyatakan pesanan 25 ribu senapan tempur itu akan digunakan bagi latihan Komponen Cadangan. Senapan ini memang berbeda dengan senjata organik yang biasa digunakan para tentara aktif lantaran berukuran lebih pendek dan ringan.

Namun demikian, Penny memastikan senpi itu hanya akan digunakan dan dipegang para rekrutmen Komcad ketika menjalani masa latihan saja.

"Penting untuk dicatat, bahwa penggunaan senjata untuk Komcad digunakan pada saat latihan, jadi bukan nanti Komcad (senjatanya) dibawa-bawa pulang, tidak seperti itu," kata Penny.

Tak hanya Penny, Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak juga tak membantah hal itu. Kata dia, jumlah senapan yang akan digunakan mengikuti jumlah rekrutmen yang akan dilatih dalam gelombang pertama Komcad yang ditaksir akan dimulai per Juni mendatang.

(tst/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK