Transjakarta Beroperasi Saat Lebaran, Jam Layanan Berkurang

CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 09:07 WIB
Pada 12 - 16 Mei, Transjakarta hanya melayani pelanggan hingga 21.30 WIB. Suasana halte bus Transjakarta Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat, 10 April 2020. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memastikan tetap beroperasi saat hari raya idulfitri 1441 Hijriah pada Kamis (13/5). Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan Transjakarta mulai beroperasi setelah salat id.

"Jadi saat hari raya idulfitri, Transjakarta mulai beroperasi pukul 09.00 WIB," kata Jhony melalui keterangan resmi, Rabu (12/5).

Ia juga mengungkapkan perubahan jadwal operasional Transjakarta dalam pekan lebaran. Mulai Rabu (12/5) hingga Minggu (16/5), Transjakarta hanya akan melayani pelanggan hingga pukul 21.30.


Ia menegaskan hanya layanan medis beroperasi hingga pukul 23.00 WIB.

Hal tersebut sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Nomor 190 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Pada Masa Libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Meski jam operasional dipangkas, Transjakarta menyediakan 11 layanan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pelanggan di beberapa titik wisata di Jakarta.

Daftar 11 layanan tambahan yang akan beroperasi adalah Pulogadung 2-Ragunan (4H), PGC 1-Ancol (5D), Harmoni-Ancol (5H), Ragunan-Tosari (6), Stasiun Manggarai-Ragunan (6F), dan Kampung Rambutan-Ancol (5E).

Layanan tambahan lainnya adalah Ragunan-Blok M via Kemang (6N), Ragunan-MRT Fatmawati (6R), Pancoran-TMII (7D), Ragunan-Departemen Pertanian (GR3), dan Puri Beta-Ragunan (13D).

"Layanan ini akan melayani pelanggan selama tiga hari mulai 14-16 Mei 2021 dan beroperasi mulai pukul 05.00-19.00 WIB," kata Jhony.

Kendati demikian, Jhony memastikan Transjakarta tetap memberlakukan pembatasan jumlah pelanggan yakni 50 persen dari kapasitas normal. Ketentuan itu membuat bus gandeng hanya boleh diisi 60 pelanggan, bus sedang maksimal 30 pelanggan, dan bus kecil maksimal 15 pelanggan.

Semua penyesuaian tersebut juga mengacu pada Seruan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengendalian Aktivitas Masyarakat Dalam Pencegahan P

(chr/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK