Covid-19 Melonjak, Sumsel Reaktivasi Wisma Atlet Jakabaring

CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 10:37 WIB
Pemprov Sumsel berencana menggunakan lagi Wisma Atlet Jakabaring untuk menampung pasien Covid-19 di tengah lonjakan kasus beberapa hari terakhir. Kompleks Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tengah menyiapkan Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang agar bisa berfungsi kembali sebagai fasilitas perawatan pasien Covid-19. Hal tersebut dilakukan di tengah tren kenaikan keterisian tempat tidur khusus Covid-19 atau bed occupancy rate (BOR) dan angka jumlah tes berbanding kasus naik (positivity rate) sejak beberapa pekan terakhir.

Positivity rate di Sumsel mengalami peningkatan signifikan sejak sepekan sebelum diselenggarakannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Sumsel.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel yang dihimpun CNNIndonesia.com, pada pekan keempat Maret 2021 sebelum diselenggarakannya PPKM skala mikro, positivity rate Sumsel berada di angka 27 persen. Pada pekan pertama April 2021 naik menjadi 28,78 persen. Setelah tiga pekan penyelenggaraan PPKM Mikro, pada 27 April kembali meningkat menjadi 29,9 persen.


Pada 2 Mei tercatat genap di angka 30 persen hingga data teraktual pada 11 Mei positivity rate Sumsel kembali naik di angka 31,17 persen per sampel yang diperiksa 71.238. Angka tersebut jauh dari standar yang ditetapkan WHO yakni di bawah lima persen. Jumlah kumulatif konfirmasi kasus positif Covid-19 Sumsel sebanyak 21.771, sementara sampel negatif 48.086.

Peningkatan positivity rate di Sumsel berimbas pada BOR yang juga meningkat. Hingga 11 Mei diketahui terdapat 1.151 tempat tidur khusus pasien Covid-19 yang disediakan oleh 26 rumah sakit di seluruh Sumsel, 11 diantaranya berada di Palembang sebagai ibukota provinsi.

Sebelum PPKM skala mikro, per 4 April keterisian tempat tidur khusus Covid-19 di Sumsel berada di angka 30 persen. Meningkat signifikan pada tiga pekan setelah diberlakukan PPKM 27 April menjadi 51 persen. Hingga 11 Mei, BOR Sumsel berada di angka 59 persen.

Di tiga daerah zona merah Sumsel, Palembang menjadi yang paling rawan kekurangan tempat tidur karena tingkat keterisian sebanyak 541 atau 69 persen dari yang tersedia 780 tempat tidur. Saat ini tersisa 239 tempat tidur dari 11 rumah sakit yang ada di Palembang.

Sementara di OKU Timur tingkat keterisian 29 persen, dari total 38 tersisa 23 tempat tidur di empat rumah sakit. Sementara Prabumulih 34 persen, terpakai 44 tempat tidur dari 131 yang tersedia di empat rumah sakit. Meningkatnya kebutuhan tempat tidur untuk pasien Covid-19 membuat Pemprov Sumsel harus mengaktifkan kembali Wisma Atlet Jakabaring menjadi fasilitas perawatan tambahan.

Gubernur Sumsel Herman Deru akan kembali memfungsikan Wisma Atlet Jakabaring Palembang mengantisipasi lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19, terlebih menjelang Idul Fitri. Mobilitas masyarakat yang meningkat hingga menjelang lebaran nantinya diprediksi akan meningkatkan jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumsel.

"Besok sebelum lebaran sudah dibuka. Wisma Atlet dibuka untuk berjaga-jaga terlebih dahulu. Untuk tahap awal satu tower dulu kita buka. Hari ini dibersihkan dulu," ujar Herman Deru, Selasa (11/5).

Total terdapat tiga menara Wisma Atlet dengan jumlah 567 kamar yang ada di kompleks olahraga Jakabaring Palembang tersebut. Dirinya berujar, BOR di Kota Palembang melonjak hingga hampir 70 persen jauh di atas standar WHO. Angka tersebut muncul karena rumah sakit di Palembang mengurangi jumlah tempat tidur khusus Covid-19.

"Makanya semalam saya minta kepada Wali Kota untuk kembalikan fungsi tempat tidur Covid-19 ke semula. Kalau bed-nya ditambah seperti semula, maka BOR Palembang jadi 40 persen," ujar dia.

(idz/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK