Ahli Jawab Rizieq soal Definisi 'Keonaran': Arti Sosiologis

CNN Indonesia | Kamis, 06/05/2021 02:41 WIB
Ahli bahasa merespons kritik terdakwa Rizieq Shihab soal definisi dakwaan 'keonaran'. Rizieq Shihab didakwa menyebarkan hoaks dan memicu keonaran soal kondisi kesehatannya. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mendebat ahli bahasa Andika Dutha Bachari yang dihadirkan sebagai ahli oleh jaksa terkait definisi 'keonaran'. Sang ahli pun menjawab bahwa itu definisi sosiologis, bukan dari kamus besar bahasa Indonesia (KBBI).

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan perkara pemalsuan tes swab virus corona RS Ummi, Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (5/5).

Diketahui, Rizieq didakwa menyebarkan berita bohong atau hoaks dan menyebabkan keonaran soal kondisi kesehatannya yang terpapar Covid-19 saat berada di RS UMMI, Bogor.


Ia dijerat dengan Pasal 14 ayat (1), ayat (2), Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 14 ayat (1), ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Rizieq, yang juga sebagai terdakwa dalam perkara tersebut, dibuat heran dengan pernyataan Andika yang memaknai kata keonaran didefinisikan keresahan.

Awalnya, Andika menilai bahwa berita bohong yang disebarkan oleh seseorang dapat menimbulkan keresahan. Andika lantas menyimpulkan bahwa diksi keresahan sama artinya sebagai keonaran.

"Maksud onar dalam UU itu keterangannya, itu bukan gejala material, tapi psikis. Bukan gejala material dalam pengertian keributan terjadi, ada bacok-bacokan, tapi sebetulnya itu gejala psikologis. Makanya didefinisikan onar itu resah," kata Andika.

Mendengar ucapan tersebut, Rizieq menyebut keonaran tak memiliki arti keresahan dalam KBBI.

"KBBI ini keonaran diartikan satu hura hura dan gempar, kedua keributan dan kegaduhan, nah pertanyaan saya tadi kan anda mengartikan onar itu resah galau gaduh ya. Yang saya tanya nih kok tidak ada di KBBI arti itu?" tanya Rizieq.

"Pertanyaan saya, buku apa yang dijadikan rujukan anda karangan siapa halaman berapa yang mengatakan onar itu artinya resah? Sebab di KBBI tak disebut resah," tambah dia.

Dicecar oleh Rizieq, Andika mengaku mendapatkan definisi itu dari buku berbahasa asing yang berjudul Introduction of Linguistik Theory.

"Saya katakan onar ini sebenarnya terminologi sosiologis yang mulia," kata Andika.

Tak puas dengan jawaban Andika, Rizieq kembali mencecar sambil menanyakan rujukan definisi itu.

"Anda kan bukan ahli sosiologi, Anda kan ahli bahasa. Saya tanya onar diartikan resah itu rujukannya ke mana? Kalau tadi Anda mengatakan onar dikatakan kegaduhan, rujukannya ada di KBBI disebut, tapi onar diartikan resah ini di KBBI tidak ada," kata Rizieq.

"Tadi saya sudah mengatakan saya menemukan onar dikatagorikan cemas itu dalam buku Introduction of Terminologi tadi. Dalam [kamus] bahasa Indonesia [definisinya] tak ditemukan," timpal Andika.

(rzr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK