Pakar: Varian Baru Virus Bukan Alasan Tunda Vaksinasi Covid

KPCPEN, CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 11:29 WIB
Di tengah kemunculan varian baru virus SARS-CoV-2, vaksinasi Covid-19 ditegaskan tetap harus dilakukan, serta diperluas cakupannya. Di tengah kemunculan varian baru virus SARS-CoV-2, vaksinasi Covid-19 ditegaskan tetap harus dilakukan, serta diperluas cakupannya. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah kemunculan varian baru virus SARS-CoV-2, vaksinasi Covid-19 ditegaskan tetap harus dilakukan, serta diperluas cakupannya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Cissy Kartasamita mengatakan, vaksinasi tetap bermanfaat untuk membentuk kekebalan tubuh menghadapi Covid-19.

"Justru segera capai cakupan setinggi mungkin persentasenya, bukan menyetop vaksinasi," ujar Cissy.


Saat ini, lanjutnya, sudah ada ribuan mutasi virus ditemukan. Empat di antaranya menjadi perhatian khusus, yakni B117 yang ditemukan di Inggris, B1351 yang ditemukan di Afrika Selatan, P.1 di Brasil, dan B 1617-2 di India.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito juga telah menjelaskan bahwa sebagian besar mutasi virus corona tak mengubah efektivitas vaksin Covid-19 secara signifikan. Di tengah kekhawatiran terhadap varian baru itu, vaksinasi Covid-19 tetap tak boleh ditunda.

"Sebagian besar mutasi (virus Corona) tidak secara material mengubah virulensi atau kemampuan virus untuk menimbulkan penyakit. Begitu juga (tak mengubah) efektivitas vaksin secara signifikan," ujar Wiku.

Mutasi dan varian virus merupakan proses terjadinya kesalahan saat virus memperbanyak diri, sehingga bentuk virus anakan tidak sama dengan virus induk atau parental strain. Varian adalah virus yang dihasilkan dari mutasi corona. Jika varian pun menunjukkan sifat fisik yang baik, jelas maupun samar, dan berbeda dengan virus aslinya, maka varian dinamakan strain.

"Tujuan virus bermutasi untuk beradaptasi dengan lingkungan. Terkadang virus dapat muncul dan bertahan, tapi juga dapat muncul lalu menghilang. Ini karena tidak mampu menyesuaikan diri di lingkungan," ungkap Wiku.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK