Pemprov Jambi Umumkan Deklarasi Lawan Covid Jelang Lebaran

BNPB, CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 14:00 WIB
Provinsi Jambi mengumumkan komitmen bersama melawan penyebaran Covid-19 dalam deklarasi yang memiliki sejumlah poin, khususnya jelang Idul Fitri 1442 H. Salah satu poin deklarasi melawan Covid-19 oleh Pemprov Jambi adalah tidak mudik demi mencegah penularan Covid-19. (Foto: CNN Indonesia/Thohiri)n
Jakarta, CNN Indonesia --

Provinsi Jambi mengumumkan komitmen bersama melawan penyebaran Covid-19 dalam deklarasi yang memiliki sejumlah poin, khususnya jelang Idul Fitri 1442 H pada Selasa (11/5).

Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Murni mengatakan, deklarasi dilakukan bersama oleh berbagai elemen, yaitu Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimpda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan aparatur sipil negara. Langkah ini bertujuan mengantisipasi lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19 jelang Lebaran.

Mengusung moto 'tidak mudik, tidak bertemu fisik, dan berlebaran tetap asyik', poin deklarasi pertama adalah #ingatpesanibu untuk menerapkan protokol kesehatan ketat dalam aktivitas sehari, baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara.


Poin kedua, tidak melaksanakan buka puasa bersama, dan tidak melakukan open house di hari raya. Poin terakhir, tidak mudik ke kampung halaman.

"Tiga, tidak akan mudik ke kampung halaman pada Idul Fitri 1442 Hijriah demi mencegah penularan Covid-19," ujar Nur Cahya dalam video yang ditayangkan dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Selasa (11/5).

Deklarasi itu menjadi upaya pemprov untuk menekan penyebaran Covid-19 di Jambi. Sebelumnya, pemerintah daerah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik dan buka puasa bersama melalui surat edaran dan peraturan gubernur yang kemudian disosialisasikan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Nur Cahya menjelaskan bahwa pihaknya mendirikan pos-pos perbatasan di akses darat dan laut. Hasilnya pun disebut sangat signifikan, terlebih dengan dukungan posko desa dan penyekatan perbatasan wilayah provinsi.

Menghadapi arus balik mudik mendatang, Pemprov Jambi mengaktifkan pos di pusat kota yang beroperasi selama 24 jam. Menurut Nur Cahya, hal itu merupakan kekompakan gerak seluruh elemen di wilayah Jambi.

"Rencana tindak dengan mengedepankan keserempakan gerak seluruh stakeholders, seperti forkopimda, bupati, walikota, camat, kepala desah, lurah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat," kata Nur Cahya.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK