Kemenkes: Vaksin Sinovac Cegah 98 Persen Kematian Covid-19

CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 20:20 WIB
Hasil kajian cepat Kemenkes menunjukkan vaksin Sinovac berhasil mencegah 98 persen kematian akibat infeksi Covid-19. Ilustrasi. Hasil kajian cepat Kemenkes menunjukkan vaksin Sinovac berhasil mencegah 98 persen kematian akibat infeksi Covid-19. (CNN Indonesia/Bisma Septalismaaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penggunaan vaksin Sinovac dosis lengkap diklaim dapat mencegah 98 persen kematian yang diakibatkan karena Covid-19.

Hal ini berdasarkan hasil kajian cepat yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Jadi vaksinasi sinovac dua dosis ataupun dosis lengkap, itu bisa mencegah sebesar 98 persen kematian karena Covid-19," kata Ketua Tim Peneliti, Pandji Dhewantara dalam konferensi pers virtual, Rabu (12/5).


Ia memaparkan, dari data yang diolah, hanya tercatat satu individu yang telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap yang meninggal karena Covid-19.

"Persentase individu yang mendapatkan vaksinasi dosis lengkap, jauh lebih kecil peluang untuk meninggal karena Covid-19," kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan kajian juga menunjukkan vaksin Sinovac dosis lengkap memiliki tingkat efektivitas sebesar 94 persen untuk mencegah individu terjangkit Covid-19 bergejala.

"Berdasarkan analisis yang kita lakukan, kita menemukan vaksin sinovac dosis lengkap bisa menurunkan atau mengurangi risiko 94 persen Covid-19 bergejala pada individu yang menerima vaksinasi penuh atau 2 dosis," ucap dia.

Sementara hasil kajian lainnya, menunjukkan vaksin Sinovac dosis lengkap memiliki tingkat efektivitas sebesar 96 persen dalam mencegah perawatan karena Covid-19.

"Dari hasil analisis kita dapatkan hasil bahwa vaksinasi sinovac pemberian dosis kedua, atau pada individu yang menerima dosis penuh, itu dapat mencegah sekitar 96 persen resiko perawatan karena Covid-19," kata dia.

Kajian ini dilakukan Kemenkes pada periode 13 Januari hingga 18 Maret 2021 dengan fokus kepada 128.290 tenaga kesehatan di DKI Jakarta.

Kajian cepat dilakukan berdasarkan data sekunder. Data yang diolah, diperoleh dari berbagai pelaporan dan pencatatan Covid-19 di Kementerian Kesehatan.

(yoa/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK