Masjid Al Azhar Batasi Salat Id untuk 7.500 Jemaah

CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 17:36 WIB
Salat Idul Fitri di Masjid Al Azhar, Jakarta, sepenuhnya digelar di lapangan terbuka dengan kapasitas jemaah 50 persen dari biasanya 15 ribu orang. Salat Idul Fitri di Masjid Al Azhar, Jakarta, sepenuhnya digelar di lapangan terbuka dengan kapasitas jemaah 50 persen dari biasanya 15 ribu orang. Foto: CNN Indonesia/Thohirin
Jakarta, CNN Indonesia --

Masjid Al Azhar di Jalan Sisingamaharaja, Kebayoran Baru Jakarta Selatan akan menampung sedikitnya 7.500 jemaah dalam pelaksanaan salat Idul Fitri yang akan digelar Kamis (13/5) besok.

Kepala Kantor Masjid Al-Azhar, Iding menjelaskan, jumlah tersebut 50 persen dari kapasitas normal sekitar 15 ribu jemaah. Pelaksanaan salat akan digelar di lapangan yang berada di bagian Barat Masjid.

"Dalam keadaan seperti ini, sesuai aturan pemerintah diisi hanya 50 persen, jadi sekitar 7.500," kata Iding ditemui di lokasi, Rabu (12/5).


Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com sekitar pukul 16.30 WIB, petugas masih menyiapkan sejumlah protokol kesehatan, seperti memasang garis batas antar jemaah menggunakan tali, memasang tempat cuci tangan, dan memasang pengeras suara.

Iding menambahkan, persiapan protokol kesehatan untuk pelaksanaan salat saat ini telah 90 persen. Di lapangan, pengurus masjid telah memasang garis batas antar jemaah sekitar 1,5 meter.

"Nanti kita akan memasang setiap pintu dengan tempat cuci tangan. Kalau itu tidak ada, dengan penyemprotan hand sanitizer," kata Iding.

Pelaksanaan salat Id sepenuhnya dilaksanakan di lapangan. Sedangkan bagian dalam masjid akan disterilkan. Menurut Iding, sesuai keutamaan, Masjid Al-Azhar selama ini memang tak pernah menggelar salat Id di bagian dalam masjid.

Iding menjelaskan pihaknya tetap menggelar salat Id, seiring keputusan Masjid Istiqlal secara mendadak batal menggelar salat Id . Ia mengaku mengikuti ketentuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membolehkan pelaksanaan salat Id secara terbatas.

Sesuai ketentuan, katanya, salat Id boleh dilaksanakan di lapangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Kita mengacu peraturan pemerintah DKI masih membolehkan, kecuali kalau tidak membolehkan. Jadi itu alasannya kenapa kita melaksanakan, karena Pemda DKI membolehkan salat Id tapi di lapangan," kata Iding.

(thr/gil)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK