Anies Perketat Perbatasan DKI, Pemudik Arus Balik Akan Dites

CNN Indonesia | Jumat, 14/05/2021 11:56 WIB
Tes acak Covid-19 oleh Pemprov DKI Jakarta utamanya menyasar warga yang masuk ke Ibu Kota menggunakan kendaraan pribadi yang melewati perbatasan Jabodetabek. Petugas kesehatan mengambil sampel saat melakukan tes acak Covid-19. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Personel dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan tes acak deteksi Covid-19 di pintu-pintu perbatasan wilayah. Langkah ini bakal menyasar warga yang memasuki Ibu Kota saat masa arus balik atau setelah larangan mudik berakhir 17 Mei mendatang.

Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan usai menggelar rapat bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman terkait pengendalian mudik Lebaran, Jumat (14/5).

"Pertama adalah melakukan screening di pintu-pintu masuk menuju Jakarta-Jabodetabek," kata Anies di Kompleks Balai Kota DKI Jakarta.


Anies menjelaskan, tes acak nantinya dilakukan terutama kepada warga yang menggunakan kendaraan pribadi. Sementara untuk pemudik yang menggunakan angkutan umum seperti kereta maupun pesawat, pengecekan bakal dilakukan oleh petugas di stasiun maupun bandara sebelum keberangkatan.

Oleh sebab itu, menurut Anies, pemantauan dan pengecekan pemudik dengan kendaraan umum akan lebih mudah.

"Untuk kendaraan pribadi nanti akan dilakukan screening random bagi mereka yang masuk," tutur Anies lagi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat yang menimbulkan kerumunan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww)

Anies menjelaskan, pengetesan acak ditempuh demi mencegah dan menekan potensi lonjakan kasus Covid-19 usai libur lebaran. Ia mengaku kebijakan ini dilakukan berkaca pada dampak libur panjang sebelumnya yang kerap mengakibatkan kenaikan kasus. Beberapa di antaranya saat usai libur panjang tahun baru dan lebaran 2020 lalu.

Selain tes acak di pintu-pintu perbatasan, Anies melanjutkan, pemantauan juga akan dilakukan di setiap kelurahan. Nantinya, petugas RT/RW, lurah, maupun camat akan mengawasi dan menyisir warganya yang diketahui baru tiba atau pulang dari perjalanan mudik.

Anies menuturkan, ketua RT/RW di DKI bakal dibekali aplikasi khusus untuk menyampaikan laporan terkait warganya yang mudik. Pelaporan ini dilakukan petugas sebanyak dua kali dalam sehari.

Dengan begitu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memastikan terdapat dua lapis pengawasan dan pemantauan terhadap warga Jabodetabek yang mudik serta kembali ke Ibu Kota.

"Jadi ini dua lapis untuk screening. Satu sebelum masuk dan kedua kita sudah sampai di tempat tinggal," kata Anies.

"Ini semua dikerjakan untuk mencegah terjadinya peristiwa seperti awal Januari awal Februari karena saat ini di Jakarta kita secara umum situasinya termasuk yang paling rendah," imbuhnya.

Pemerintah pusat diketahui menetapkan peniadaan mudik sepanjang 6-17 Mei 2021 demi mengerem laju penularan virus corona. Tak hanya itu, waktu-waktu sebelum dan sesudah periode larangan mudik itu terdapat pula masa pengetatan yakni dua pekan sebelum dan sepekan sesudahnya. Pada tenggang ini lah umumnya sejumlah warga memanfaatkan untuk melakukan perjalanan antar-daerah maupun mudik. 

Infografis Titik Penyekatan Larangan Mudik di Jabodetabek newInfografis Titik Penyekatan Larangan Mudik di Jabodetabek. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

(thr/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK